27 views

2017 Eranya Perang Proksi

SELEPAS solat subuh, Dinda tampak lama berdoa. Tepekur. Gilang yang sudah selesai berdoa, tak berani beranjak dari sajadah. Menunggu mbaknya menyelesaikan prosesi perdialogan penuh pengharapan pada Sang Pencipta.

“Tumben, doanya lama benar, mbak?!” kata Gilang setelah Dinda menyelesaikan doa panjangnya.

“Namanya berdoa itu kan perlu kekhusu`an, dek! Dan harus mengurai secara detail dengan kesungguhan hal apa saja yang kita minta!” sahut Dinda.

“Tapi ya enggak harus sampai lama begitu juga kali, mbak! Tuhan kan tau apa yang kita mau! Tanpa diucapkanpun Tuhan bisa ngebaca apa mau kita!”

“Adek jangan salah kaprah! Kita ngomong antar sesama ajakan pakai prolog, ada unggah-ungguhnya! Memang benar Tuhan tahu persis krentegnya hati, tapi doa yang diucapkan akan makin mendekatkan kita pada Tuhan! Hakekat doa itu kan penghibaan kita sebagai makhluk kepada sang khalik, kepada sang pencipta! Jadi ya harus lebih serius dibandingkan kita berdialog antar sesama!” jelas Dinda.

“Memangnya apa sih doa mbak tadi?!” tanya Gilang.

“Banyaklah, dek! Intinya ya minta dijauhkan dari segala petaka, bencana, fitnah, iri dengki, kesusahan dan kesulitan dalam menjalani kehidupan di tahun 2017 ini! Juga minta agar selalu diberi kesehatan, kecukupan lahir dan batin serta kesuksesan yang penuh keberkahan!”

“Kayaknya baru masuk tahun 2017 ini adek liat mbak begitu serius berdoanya dan banyak permohonannya ya..?!” sela Gilang.

“Sebenarnya enggak juga sih, dek! Setiap selesai solat, mbak selalu berdoa demikian! Sudah begitu saja masih banyak saja cerita kehidupan yang aneh-aneh hadir, apalagi doanya hanya sepenggal-sepenggal!”

“Tapi kali ini kayaknya serius bener lo, mbak! Memangnya tahun 2017 ini lebih berat ya, mbak?!”

“Ya, kehidupan kan semakin berat saja, dek! Dan tahun 2017 ini menurut kacamata mbak, akan menjadi eranya perang proksi!” ujar Dinda.

“Maksudnya perang proksi itu apa ya, mbak?” tanya Gilang.

“Perang proksi itu istilah, dek! Yang maknanya akan terjadi peperangan secara terselubung! Akan banyak praktik memainkan pihak ketiga untuk maju dalam skenario peperangannya!”

“Kok adek baru dengar ya ada istilah perang proksi ini, mbak?!”

“Sebenarnya, dalam sejarah pertikaian dunia, perang proksi atau proxy war ini sudah lama dimainkan, dek!”

“Kenapa perang kok pakai terselubung segala sih, mbak! Perang ya perang aja mestinya!” ucap Gilang.

“Inilah ciri dan seninya perang proksi itu, dek! Pihak yang sesungguhnya berperang tidak ingin tangan dan kepentingannya muncul di permukaan! Makanya memainkan pihak ketiga!” kata Dinda.

“O gitu ya, mbak! Kalau begitu memang harus ekstra cermat dong! Karena bisa saja kita malah memerangi pihak ketiga, sementara pihak yang berperang sesungguhnya duduk anteng bahkan menjadi penonton!”

“Benar itu, dek! Maka tadi mbak khusu` bener berdoanya, agar kita tidak terjebak dalam skenario perang proksi yang akan mulai banyak dimainkan di tahun 2017 ini!” ucap Dinda sambil mengelus-elus kepala Gilang. (ยค)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *