0 views

Dinkes Tuba Ingatkan Bahaya DBD

HARIANFOKUS.com – Masuk musim penghujan Dinas Kesehatan Tulangbawang menghimbau warga agar tetap menjaga kebersihan untuk mewaspadai munculnya penyakit, diantaranya seperti demam berdarah dengue (DBD).

Masyarakat diimbau agar terus melakukan tindakan pencegahan dengan membiasakan hidup sehat dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Dinkes Tuba sendiri akan melakukan berbagai cara menekan penyebaran DBD salah satunya melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara langsung, dengan cara Abatenisasi ditempat-tempat yang dinilai tempat berkembang biak nyamuk.

Kepala Bidang P3PL Dinkes Tuba, Feriani Said, mengatakan bahwa berbagai kegiatan dan langkah nyata terus dilakukan untuk mencegah dan memberantas DBD di Kabupaten Tuba.

Se­lain itu, lanjut Feriani, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat, pembinaan terus dilakukan, serta pemberantasan nyamuk dan sarang nyamuk. Itu juga dilakukan untuk menekan angka penyebaran DBD.

“Untuk mengantisipasi penyebaran DBD. Pihak kami telah melakukan berbagai upaya salah satunya ialah, secara bertahap pihak Dinkes memberikan surat edaran sistim kewaspadaan dini terhadap penyebaran DBD kepada masing-masing Kepala Puskesmas yang tersebar di 15 kecamatan. Untuk mengajak masyarakat un­tuk melakukan PSN. Ini keseriusan kami un­tuk memberantas DBD di Kabupaten Tuba, apalagi seperti saat musim penghujan seperti saat ini,” ucapnya, Sabtu (7/1).

Tidak hanya itu, pihaknya juga telah menyiap­kan foging untuk membatasi penularan DBD.

Akan tetapi, tambah feriani, penggunaan foging ini tidak bisa digunakan sembarangan. Karena harus ber­dasarkan Standar Operation Prosedur (SOP) yang berlaku.

“Karena foging bukan pencegah dan pemberantasan DBD, sifatnya hanya semen­tara. Karena cara pemberantasan yang paling baik adalah melalui PSN, itulah kenapa peng­gunaan foging harus melalui SOP. Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa dan tidak membunuh jentik-jentik, sebab untuk membunuh jentik harus dengan cara Abatenisasi,” jelasnya.

Sementara itu, saat ditanya sampai saat ini Kasus Penyebaran DBD di wilayah Tuba ada berapa Kasus, Ia mengatakan dari januari 2016 tiap bulannya selalu mengalami peningkatan, tetapi tidak begitu Signifikan.

“Menurut Data yang diperoleh Dinkes setempat hingga akhir tahun hanya didapat sebanyak 26 Kasus Suspek saja,” paparnya.

Dengan Demikian Ia berharap kepada seluruh Masyarakat Tuba mulailah dengan Pola Hidup Bersih dan Sehat dengan menghilangkan sumber-sumber jentik yakni dima­na ada air tergenang, seperti Bak mandi dan sebagainya. (saidi)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *