Tersangka Utama Kerusuhan HTI Register Dibekuk

HARIANFOKUS.com – Team Khususus Anti Bandit (Tekab) 308 Polres Tulangbawang, membekuk tersangka utama kerusuhan di areal Hutan Tanaman Industri (HTI) register 44 Kecamatan Gunung Terang, Kabupaten Tulang Bawangbarat pada bulan maret 2016 lalu.

Tersangka warga Kampung Terang Agung RT. 04 Kecamatan Gunung Terang Kabupaten Tulangbawang Barat, Irawan Tato (30), dibekuk di Kampung Kayu Agung Kecamatan Pagar Alam Utara, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, Senin (09/01) malam kemarin.

Dalam jumpa pers, Kapolres Tulangbawang AKBP Agus Wibowo mengatakan, tersangka Irawan buron selama 10 bulan, setelah mendapat informasi dari masyarakat mengenai keberadaan Irawan yang hijrah ke wilayah Pagar Alam, Sumatra Selatan.

“Kita mendapat informasi kalau tersangka ini berada diwilayah Pagar Alam, Sumatra Selatan, kemudian anggota berkoordinasi dengan jajaran kepolisian disana. Anggota kita langsung bergerak kesana, dan alhamdulillah tersangka berhasil diamankan,” terang Agus Wibowo, di Mapolres Tuba, rabu (11/01).

Dilanjutkan Agus Wibowo, dalam penangkapan tersebut, anggota Tekab menembak kedua kaki tersangka, dikarenakan tersangka melawan saat akan ditangkap.

“Seperti diketahui, bahwa tersangka salah satu dari 21orang yang menyebabkan kerusuhan dua kelompok massa pecah di Dusun Terang Agung, Kampung Gunung Terang, Kecamatan Gunung Terang, Kabupaten Tulangbawang Barat, jumat (11/03/) sekitar pukul 12.30 WIB, bermula dari penyanderaan warga Terang Sakti oleh para preman pimpinan Irawan asal Dusun Terang Agung,”jelas Agus Wibowo.

Diterangkan Agus Wibowo, motif penyanderaan dipicu sengketa tanah dan pemerasan oleh sekelompok preman Irawan Cs. Penyanderaan warga Terang Sakti oleh para preman Irawan Cs ini terjadi di posko HTI, Dusun Terang Sakti, Tiyuh Gunung Terang, Kecamatan Gunung Terang, Tulangbawang Barat.

“Dalam penyanderaan itu, diketahui oleh warga Dusun Terang Sakti dan Dusun Tri Mulyo, massa dari kedua dusun yang berjumlah 500 orang, lalu melalukan pencarian ke posko Terang Sakti. Massa mendapati kedua warganya atas nama Ketut dan Komang tewas di posko itu, akhirnya, Massa mengamuk dan mencari para preman yang menyandera namun tidak ketemu. Massa yang emosi lalu mengamuk dan membakar enam unit motor yang ditinggalkan para preman dan membakar dan merusak empat unit rumah,”ungkap Agus Wibowo.(saidi)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *