0 views

Gelar Diskusi, GP Ansor Tuba Diharapkan Tiru Tauladan Sahabat Nabi

HARIANFOKUS.com– Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Tulangbawang menggelar audiensi dan diskusi bersama pemerintah kabupaten setempat tepatnya di Gedung Kartini, Kecamatan Menggala, Senin (16/1). Tema yang diusung yakni, peningkatan ekonomi perdesaan berbasis masyarakat.

Dalam diskusi tersebut ikut dihadiri, Sekretaris Daerah Tuba Sobri dan Stap Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Zaidirina Heri Wardoyo, Asisten I Bidang Hukum dan Kesra, Pahada Hidayat, Sekretaris Bapeda, Diki Soerahman, serta Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tuba, Hariyanto, dan sejumlah pimpinan Badan Usaha Milik Kampung / Desa (BUMkam/Des), serta juga seluruh Kader cabang maupun ranting-ranting GP Ansor Se-Tuba.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Tuba, Sobri mengatakan, bahwa GP Ansor dilahirkan dari rahim Nahdatul Ulama (NU) dan Organisasi Subbanul Wathan (pemuda tanah air), yang merupakan cikal bakal berdirinya Gerakan Pemuda Ansor, yang sebelumnya mengalami perubahan nama mulai dari Persatuan Pemuda NU hingga Anshoru Nahdatul Oelama.

“Sedangkan, nama Ansor ini merupakan saran dari KH. Abdul Wahab, diambil dari nama kehormatan, yang diberikan Rasulullah kepada penduduk Madinah yang telah berjasa dalam perjuangan membela dan menegakkan agama Islam. Dengan demikian, pemberian nama Ansor Nahdatul Ulama tersebut bertujuan diharapkan agar yang didalamnya dapat mengambil hikmah serta tauladan terhadap sikap, perilaku, semangat perjuangan sahabat nabi mendapat predikat Ansor,” terang Sobri.

Untuk itu, lanjut Sobri, melihat perkembangan sejarah organisasi Ansor dan komitmen awal yang harus dipegang teguh oleh anggota – anggota GP Ansor, sudan sewajarnya, NU dan GP Ansor, bergandeng tangan dengan pemerintah Kabupaten Tuba untuk berkiprah serta berperan aktif dalam pembangunan yang sedang dan akan dilaksanakan.

“Menurut saya, perbaikan suatu umat tidak akan terwujud, kecuali melalui perbaikan individu, yang dalam hal ini, adalah pemuda, perbaikan individu. Tidak akan sukses, kecuali dengan perbaikan jiwa, perbaikan jiwa, tidak akan berhasil, kecuali dengan pendidikan dan pembinaan. Untuk itu, pembinaan yang dilakukan ini adalah membangun dan mengisi akal dengan ilmu yang berguna, mengarahkan hati lewat doa, serta memompa jiwa lewat intropeksi diri, keterkaitannya semoga dapat memajukan Bumdes atau Bumkam ini dengan setulus hati dan jiwa sungguh-sungguh,” harap Sobri.

Sementara itu, Ketua GP Ansor Tuba, Hariyanto menyampaikan, sesungguhnya generasi muda Indonesia sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan nasional. Perlu senantiasa meningkatkan pembinaan dan pengembangan diri untuk menjadikan kader bangsa yang tangguh, yang memiliki wawasan kebangsaan yang luas dan utuh, yang bertaqwa kepada Allah SWT, berilmu, berketrampilan dan berakhlaq mulia.

“GP Ansor merupakan bagian yang tak terpisahkan dari upaya dan cita-cita Nahdlatul Ulama untuk berkhidmat kepada perjuangan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, menuju terwujudnya masyarakat yang demokratis, adil, makmur dan sejahtera berdasarkan ajaran Islam Ahlussunnah wal jama’ah. Bahwa cita-cita perjuangan bangsa Indonesia dan upaya-upaya pembangunan nasional hanya bisa terwujud secara utuh dan berkelanjutan bila seluruh komponen bangsa serta potensi yang ada, termasuk generasi muda yang mampu berperan aktif,” tutur Hariyanto.

Sementara itu dalam audiensi dan diskusinya, Stap Ahli Bupati Bidang pembangunan, Zaidirina Heri Wardoyo, yang juga merupakan Pembina BUMDes Kabupaten Tuba, menjabarkan kepada para GP Ansor Tuba ini bahwa betapa penting agar dapat berperan dalam Bumdes atau Bumkan di wilayahnya masing-masing.

“Bumdes adalah sarana untuk meningkatkan roda perekonomian di Kampung, sebab dengan adanya Bumdes masyarakat di Kampung-Kampung, akan diajari untuk berbisnis, sehingga dapat menghasilkan perputaran perekonomian di wilayahnya masing-masing, jadi jika masyarakat ikut andil berperan dalam Bumdes tidak pernah ada kata ruginya,” tututrnya. (saidi)

 

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *