15 views

314 Warga Tuba Terjangkit DBD, Dinkes Kampanyekan 3M Plus

HARIANFOKUS.com – Pada tahun 2016 lalu, Dinas Kesehatan Kabupaten Tulangbawang merilis ditemukan kasus terjangkitnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sebanyak 314 kasus, dengan korban meninggal 4 orang.

Karenanya sebagai langkah antisipasi terhadap penyebaran penyakit DBD pada tahun 2017, serta menghadapi musim penghujan dan pancaroba saat ini, Pemkab Tuba melalui Dinas Kesehatan, sudah berupaya untuk menggencarkan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk penyebar penyakit DBD.

“Karena meningkatnya curah hujan dapat meningkatkan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD, sehingga seringkali menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) terutama pada saat musim penghujan,” kata Kadisdinkes Tuba,dr. Herry Novrizal.

Sejumlah kegiatan dilaksanakan Dinkes untuk mengantisipasi DBD. Salah satunya menggencarkan himbauan kepada masyarakat agar menerapkan pola hidup bersih dan menggalakkan kampanye Gerakan 3M Plus.

Hal itu karena menurut Herry Novrizal, pemberantasan Sarang Nyamuk dengan cara 3M Plus merupakan salah satu upaya pencegahan DBD yang paling efektif dan efisien, serta dapat dilakukan oleh semua masyarakat.

“Kegiatan 3M plus tersebut adalah, Mengubur, Menguras, Menutup, dan Menabur bubuk abate ke tempat penampung air. Gerakan tersebut bertujuan mencegah perkembang biakan nyamuk aedes aegypti sebagai vektor penularan DBD,” urainya.

Menghilangkan jentik-jentik/larva nyamuk, imbuhnya, lebih mudah daripada mengendalikan saat sudah menjadi nyamuk dewasa. Karena nyamuk Aedes aegypti berkembang biak di genangan air yang bersih di sekitar lingkungan kita.

“Untuk pemberantasan jentik ini kita bisa lakukan berbagai cara, salah satunya adalah menaburkan bubuk abate (abateisasi),” tambahnya.

Untuk mendukung gerakan ini, Dinkes juga telah memerintahkan kepada jaringan pelayanan kesehatan yang ada, seperti Puskesmas, Posyandu hingga Rumah Sakit Daerah, untuk terus mengampanyekan gerakan 3M Plus dan pola hidup sehat kepada masyarakat.

“Kami telah memberikan surat edaran sistem kewaspadaan dini terhadap penyebaran DBD tersebut kepada seluruh kepala Puskesmas,” tandasnya.(saidi)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *