27 views

Mustafa Mulai Goyang

HARIANFOKUS.com – Aroma Pilgub Lampung sudah menyeruak. Satu persatu petinggi partai besar mulai tergelitik. Tak terkecuali Ketua NasDem Lampung, Mustafa. Bila sebelumnya tokoh muda idola rakyat ini pernah bersikap takkan maju dalam pilgub, kini sudah mulai goyang.

“Soal pilgub? Mengalir saja kita ya.. Pokoknya kita jalan saja dulu,” ucap Bupati Lamteng itu selepas meresmikan Gedung SMPN 2 Bekri, Rabu (1/3) siang.

Meski mengaku akan memprioritaskan tugasnya saat ini sebagai Bupati Lamteng, namun Mustafa memberi sinyal bila tidak menutup kemungkinan ia akan berlaga di Pilgub 2018.

“Kalau sekarang, ya mikirin Lamteng dululah,” lanjut bupati yang kesohor dengan panggilan “Bupati Ronda” itu.

Amat bisa dimaklumi bila Mustafa mulai goyang. Pasalnya, saat ini jaringan Partai NasDem yang dipimpinnya telah terbangun dengan rapih sampai ke tingkat paling bawah. Selama ini beragam aktivitas yang dikemas NasDem juga menyentuh langsung kepentingan masyarakat. Apalagi ditunjang dengan ketua Nasdem kabupaten yang menjabat bupati, seperti Agung Ilmu Mangkunegara, Bupati Lampura dan Agus Istiqlal, Bupati Pesbar.

Menurut kalkulasi seorang pengamat politik, modal besar untuk maju dan memenangi pilgub sudah dimiliki oleh Mustafa. Lamteng sebagai wilayah terbanyak jumlah pemilihnya di Lampung merupakan potensi suara signifikan yang dipastikan akan diraup Mustafa, ditambah Lampura dan Pesbar.

“Untuk modal jaringan, modal sosial politik, Mustafa saat ini bisa dibilang lebih unggul dibandingkan nama-nama yang dikabarkan akan maju pilgub, termasuk petahana Ridho Ficardo. Kalau soal modal finansial, para cukong tentu akan realistis menggelontorkan dananya bagi calon yang selama ini secara nyata memang sudah dekat dengan masyarakat,” kata pengamat politik asal Unila yang keberatan namanya dituliskan.

Lalu siapa pasangan ideal Mustafa jika benar-benar maju pilgub?

“Hitungan saya, yang paling ideal ya dengan Mukhlis Basri, dengan catatan dia ketua PDIP gantikan Sjachroedin ZP. Kalau Mustafa mau aman posisinya kedepan, baiknya dengan wagub sekarang. Jadi koalisi Nasdem-PAN. Kan keduanya partai pendukung pemerintah,” kata dia.

Pengamat ini menilai, jika Mustafa bergandengan dengan Bachtiar Basri, maka posisi mantan Ketua Kadin Lampung itu sebagai wagub.

“Hitung-hitungannya kalau dengan Pak Bachtiar, kemenangannya lebih besar. Ditambah kedepannya terbuka lebar peluangnya untuk jadi gubernur. Potensi bagus juga jika Mustafa berpasangan dengan Ike Edwin. Masalahnya, apa mau Mustafa jadi wagub? Karena kan dia punya partai besar, punya jaringan yang terbangun dengan soliditas tinggi. Kalau dia dengan petahana (Ridho Ficardo) sepertinya nggak,” ucapnya.

Mengapa kecil kemungkinan Mustafa mendampingi Ridho kedepan? “Walau soal politik penuh dengan segala kemungkinan, tapi menurut analisa saya, sepertinya Mustafa memilih tetap jadi bupati saja ketimbang maju pilgub dengan Ridho. Sebab karakter mereka hampir sama, selain masih sama-sama muda. Jadi peluang terjadi benturan dalam pemerintahan terbuka lebar,” jelas dia.

Sementara itu, dalam beberapa kesempatan, Sekretaris NasDem Lampung, Fauzan Sibron, juga mengisyaratkan peluang partainya mengajukan Mustafa cukup terbuka.

“Memang beliau pernah menyatakan saat ini akan konsentrasi membangun Lamteng saja, namun bila aspirasi masyarakat menginginkan beliau maju pilgub, sebagai pemimpin tentu beliau akan berpikir ulang,” kata Fauzan.

Menurut catatan HARIANFOKUS.com, intensitas Mustafa “masuk” ke hati masyarakatnya di Lamteng dalam beberapa bulan terakhir memang naik tajam. Dalam sepekan, beberapa kali ia melakukan senam bersama masyarakat di berbagai kecamatan. Pun tak lupa membagikan door prize bernilai puluhan juta dalam sekali acara. Belum lagi aktivitas ronda kelilingnya yang rutin dilakukan hampir setiap malamnya. (win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *