13 views

Inilah Hasil Program GSMK Handoyo

HARIANFOKUS.com – Pemerintahan Kabupaten Tulangbawang terus memacu perekonomian wilayah khususnya di pedesaan yaitu program Gerakan Serentak Membangun Kampung (GSMK). Pembangunan inprastruktur tersebut mulai dari perencana serta pelaksanan dilakukan langsung oleh masyarakat Kampung secara bergotong royong.

Program GSMK merupakan program Pemerintah Daerah setempat dalam melakukan pembangunan inprastruktur di seluruh kampung secara merata dan serentak yang telah dilakukan sejak tahun anggaran 2013 sampai dengansaatini.

Bupati Tulangbawang dan Wakil Bupati, Hanan A Rozak dan Heri Wardoyo serta Ketua DPRD Tuba, Winarti berpose.

Pembangunan infrastruktur dilakukan oleh 147 Kampung dan 4 Kelurahan di 15 Kecamatan secara serentak. Pemerintah Daerah setempat, memperioritaskan pembangunan infrastruktur, tentu bukan tanpa alasan. Karena demi peretaaan pembangunan di masing-masing kampung, sehingga pembangun infrastruktur jalan, jembatan dan lain-lain yang di inginkan masyarakat kampung dapat terwujud dan pelayanan kepada masyarakat bisa dipenuhi pemerintah.

Pembangunan infrastruktur di kampung melalui program GSMK didesain dengan mengoptimalkan gotong royong dan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan, mulai dari kampung-kampung, dan untuk masyarakat bersama pemerintah Selama empat tahun anggaran, Kini hasil pembangunan beberapa jenis inprastruktur di setiap kampung melalui program GSMK kini telah dapat dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat kampung, salah satunya peningkatan pertumbuhan ekonomi, hal ini dapat dilihat dari Kondisi Kesejahteraan masyarakatnya, berdasarkan indikator mengalami perbaikan.

Salah satu program GSMK Perbaikan Infrastruktur terus digaungkan.

Hal ini ditentukan dengan nilai IPM Kabupaten yang terus mengalami peningkatan pada tahun 2014 mencapai 65,83 persen, meningkat dari 64,91 tahun 2013 dan pada tahun 2015 meningkat menajadi 66,08 persen. Sedangkan pada tahun 2016 diperkirakan meningkat sebesar 66,21 persen dan 2017 diperkirakan 66,30 persen. Total pembangunan infrastruktur di seluruh Kampung di Kabupaten Tulangbawang, melalui GSMK yang sudah dilakukan selama empat tahun terakhir ini, yang telah dihasilkan selama ini yaitu, 12 unit gedung balai kampung, satu unit pembukaan jalan baru dengan volume 1.400 M2, 94 unit pembangunan dernase total volume 44.559 M, dua unit gedung Paud, satu unit Gedung Posyandu, 521 gorong-gorong dengan total volume 12.759 M, 303 titik jalan onderlagh volume 296.717 M2, jalan rabat beton sebanyak 70 titik volume 47.150 M2, Jembatan 128 titik volume 1.045 M2, jalan lapen 6 titik volume 2.945 M2, satu unit podium olahraga, rehab balai kampung sebanyak 12 unit, talud sebanyak 78 titik volume 6.103 M, tiang jeramba beton sebanyak 6 unit volume 2.223 M, timbunana tanah merah sebanyak 60 titik dengan volume 67.108 M3, dan pembuatan paving blok sebanyak tiga titik dengan volume 2.710 m2. Pembangunan infrastruktur kampung yang telah dilakukan melalui Program GSMK selama ini dapat dirasakan manfaatkan oleh masyarakat.

Hasil pembangunan tersebut dapat dijaga dan dirawat dengan baik oleh Masrakat kampung, karna bangunan tersebut merupakan aset kampung Pemerintah Kabupaten Tulangbawang pada tahun anggaran 2017 telah menaikan insentif bagi aparatur kampung mulai dari ketua RT, tunjangan BPK, dan aparatur kampung lainnya, yang masuk dalam anggaran Penghasilan Tetap Aparatur Pemerintah Kampung (SILTAP). Rincian Kenaikan penghasilan Tetap Aparatur Pemerintah Kampung URAIAN SILTAP TAHUN 2016 SILTAP TAHUN 2017 KEPALA KAMPUNG Rp. 1.500.000,- Rp. 1.850.000,- SEKRETARIS Rp. 600.000,- Rp. 1.000.000,- KAUR Rp. 400.000,- Rp. 750.000,- RK Rp. 200.000,- Rp. 575.000,- TUNJANGAN BPK : KETUA Rp. 400.000,- Rp. 750.000,- WAKIL Rp. 350.000,- Rp. 700.000,- SEKRETARIS Rp. 250.000,- Rp. 650.000,- ANGGOTA Rp. 235.000,- Rp. 600.000,- INSENTIF RT : KETUA RT Rp. 130.000,- Rp. 500.000,-.(adv)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *