Ada Batasnya

TEPAT azan maghrib, Gilang baru sampai di rumah. Walau kelihatan letih namun wajahnya ceria-ceria saja.

“Kok sampai maghrib gini, dek? Kan nggak ada les diluar sekolah?!” sapa Dinda.

“Banyak tambahan kegiatan, mbak! Ada latihan futsal sebentar untuk persiapan turnamen minggu depan terus adek lanjut ikut latihan musik yang mau tampil di mall malem minggu nanti!” jelas Gilang.

“Ya jangan semua diikuti dong, dek! Kalo adek terlalu capek, nanti belajarnya jadi males! Sudah ngantuk duluan!”

“Adek kan memang ikut futsal dan musik, mbak! Cuma itu aja kegiatan ekstra di sekolah! Kebetulan aja waktunya bersamaan, jadi sampai maghrib gini!”

“Iya, mbak tau itu, dek! Cuma adek perlu inget, kegiatan-kegiatan itu adalah penunjang! Yang utama itu ya sekolah, mengikuti pelajaran! Jadi adek harus tetep bisa duluin mana yang prioritas!” kata Dinda.

“Iyalah mbak! Urusan pelajaran ya yang nomor satu! Nggak mungkin adek duluin kegiatan lain! Latihan-latihan tadi ajakan setelah jam pelajaran selesai, mbak?!”

“Mbak sih ngingetin aja, dek! Sebab semua itu ada batasnya!”

“Ada batasnya gimana, mbak?!” tanya Gilang.

“Ya semua ada batasnya, dek! Misalnya tenaga adek, kan ada batasnya! Kekuatan konsentrasi adek, kan juga ada batasnya! Jadi jangan terlalu ngoyo dalam menjalani kehidupan ini!”

“Bukan terlalu ngoyolah! Tapi kan hidup memang harus ngoyo, mbak! Kalo nggak ngoyo ya ketinggalan terus! Kalo nggak ngoyo ya jadi orang biasa-biasa aja! Orang nggak tau kalo kita juga bisa!” ucap Gilang.

“Ya itu nggak salah, dek! Cuma perlu diingat, semua ada batasnya! Jangan kemaruk! Jangan semua merasa bisa dan ditangani! Jangan semua mau dikangkangi sendiri! Nanti capek sendiri! Nanti ambruk sendiri!” kata Dinda.

“Memang ada yang semuanya mau ditangani sendiri, mbak?!”

“Banyak, dek! Ada temen mbak di kelas, urusan balet, dia mentas! Urusan tulis menulis cerpen, dia ikutan! Bahkan semua les dimana aja kalo ada temennya yang disana, dia pasti ikut! Sampai ayahnya latihan nembak juga dia ikut latihan! Intinya nggak bisa ngeliat orang lain ada urusan, dia pasti nimbrung! Ya untuk sosialisasi diri sih, oke-oke aja, dek! Tapi akhirnya, urusan sekolahnya jadi berantakan! Karena kelewat kecapean akibat terlalu over kegiatan!” urai Dinda.

“Tapi kan bagus-bagus aja sepanjang yang ngejalanin tetep enjoy sih, mbak?!”

“Bagus menurut dia kali, dek! Tapi dia lupa kalo semua ada batasnya! Umur aja ada batasnya kok, dek! Begitu juga, kehebatan seseorang juga ada batasnya! Jadi jangan terlalu ngoyolah! Jangan kemaruk! Karena sesungguhnya semua kita sudah punya takaran batasan dalam melakoni kehidupan ini!” tutur Dinda. (ยค)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *