15 views

Tanda-Tanda Alam

HANDPHONE Gilang berdering terus menerus. “Kenapa sih mbak ini? Sibuk amat telepon terus!” ucap Gilang.

Diangkat handphone-nya. “Hallo, mbak…?!”

“Susah amat sih telepon adek ini! Mbak mau kasih tau! Ada kabar menarik sekaligus memprihatinkan!” kata Dinda.

“Adek lagi jemur baju, mbak! Abis nyuci tadi! Apa kabar menarik sekaligus memprihatinkan itu, mbak?!”

“Waktu upacara tadi, benderanya terbalik! Putihnya diatas, merahnya dibawah! Sudah begitu, diturunin lagi!  Nah, pas mau naikinnya, ngelilit-lilit di tiang bendera!” cerita Dinda.

“Ah, biasa itu mah, mbak! Sering kejadian kayak gitu! Jadi bukan kabar menarik bagi adek!” sela Gilang.

“Adek jangan nyepelein gitu! Kejadian itu pada saat upacara ulang tahun sekolah lo! Berarti kan ada sesuatu yang harus dicermati, dek!?”

“O gitu ya? Kalo kejadian penaikan bendera merah putih terbalik sih sudah banyak terjadi, mbak! Tapi kalo pas upacara di hari spesial ya jarang kejadian! Kok bisa ya, mbak?!” ujar Gilang.

“Nah itulah, dek! Secara logika, petugas yang naikin bendera kan memang sudah terlatih! Tapi kok bisa teledor ya? Ini kan berarti ada sesuatu dibalik peristiwa itu, dek!”

“Ya bisa aja sih, mbak! Sebab dalam upacara-upacara atau apel-apel spesial nggak bisa dilepaskan dari latar belakang kegiatan itu sendiri!”

“Maksudnya apa, dek…?!”

“Ya misalnya upacara ultah sekolah mbak! Kan ada hal ikhwalnya keberadaan sekolah itu! Ada yang merintisnya, ada yang berjuang mendirikannya! Ada yang mengabdi untuk keberlanjutan keberadaannya! Ada yang tak kenal lelah mengenalkan dan membesarkannya! Ada yang tulus ikhlas memberi pendidikan terbaik bagi seluruh anak didiknya! Dan banyak lagi lainnya! Bisa saja, belakangan sejarah itu terlupakan oleh para pimpinan sekolah, mbak! Jadi alam sebagai perwakilan para perintis, para pendiri, pada pejuang mendapat bisikan untuk memberikan tanda-tanda kepada penerus pengelola sekolah mbak!” kata Gilang panjang lebar.

“Emang bisa begitu, dek? Alam memberikan tanda-tanda?!”

“Ya bisalah, mbak! Ada tanda-tanda alam yang bisa dideteksi alat buatan manusia, maka ada ramalah cuaca versi BMKG misalnya! Tapi ada juga tanda-tanda alam yang hanya bisa dibaca oleh orang yang memiliki kelebihan dikasih oleh Tuhan!”

“Jadi nurut adek, adanya penaikan bendera yang salah dan melilitnya bendera di tiang pancangnya saat apel ultah sekolah tadi membawa tanda-tanda alam ya?!” tanya Dinda.

“Bisa adek pastikan begitu, mbak! Secara lahiriyah, petugasnya kan pasti sudah terlatih dan teruji! Kenapa sampai telingsut salah? Ya karena ada kekuatan alam yang menggerakkannya, mbak! Yang lebih penting dipahami, bendera itu kan hakekatnya adalah simbol! Bendera adalah harkat martabat! Kalo sampai terjadi kesalahan dalam pemasangannya, itu isyarat bahwa simbol dan martabat itu sedang dipertaruhkan! Ini makna sederhananya saja lo, mbak?!” jelas Gilang.

“Jadi baiknya gimana memahami kejadian menarik sekaligus memprihatinkan tadi, dek?!”

“Ya introspeksi aja, mbak! Semua pimpinan sekolah harus mau mawas diri! Harus menyadari keberadaannya sekarang ini karena apa dan untuk apa serta buat siapa! Karena kalo alam sudah marah, siapapun tak bisa melawannya! Sebab, apapun geliat alam dengan tanda-tandanya adalah gerakan halus dari Tuhan!”

“Nurut adek, tanda-tanda alam dari kejadian tadi positif atau negatif ya?!”

“Secara lahiriyah bisa dimaknai membawa tanda-tanda negatif, mbak! Tapi kalo pimpinan sekolah bijak, ia akan menjadikannya bernilai positif, yaitu dengan mengubah niat, merubah perilaku, menyadari keberadaannya sekarang karena adanya para pendahulu, serta benar-benar mengekspresikan diri sebagai pelayan! Kini semua tergantung pada kepribadian pimpinan sekolah aja, mbak! Kalo terus-terusan lupa diri, ya bisa saja alam akan marah! Tapi kalo mau kembali ke jati diri yang melayani dan mengabdi, moga-moga aja alam akan ikut membantunya membesarkan sekolah mbak!” ucap Gilang lagi. (¤)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *