9 views

Korban Arogansi Kabankesbangpol Dibawa Ke Jakarta

HARIANFOKUS.com – Perkataan kasar dan kotor yang dilontarkan Kaban Kesbangpol Lampung Irwan S Marpaung terhadap Kabid Poldagri Koimah Indraguru, yang berujung pada dirawatnya istri DR Suwondo, MA itu di RS Bumi Waras, Bandarlampung, sejak Selasa (21/3) lalu, tampaknya, akan memanjang. Setelah memasuki hari ketiga opname, Kamis (23/3) siang, dokter menyatakan korban arogansi mantan anggota TNI yang berpindah karier di dunia sipil itu mengalami penyumbatan pada otaknya, dan karena itu pihak keluarga akan segera membawa ke rumah sakit di Jakarta guna mendapat perawatan lebih intensif.

BACA:http://www.harianfokus.com/2017/03/21/marpaung-arogan/  dan BACA: http://www.harianfokus.com/2017/03/23/copot-marpaung/

Mewakili pihak keluarga DR Suwondo, MA, Fajrun Najah Ahmad, menyatakan sesuai penjelasan dokter, penyumbatan pada bagian otak Koimah akibat tensinya tinggi sebagai bentuk ia menahan emosi dan ketersinggungannya saat mendapatkan perkataan kotor atasannya.

“Saat kejadian, ibu Koimah menahan malu, menahan rasa tersinggung dan emosinya. Karena dia tidak mau mengeluarkan amarahnya juga karena yang sedang memarahinya adalah atasan. Tapi akibatnya, dia mengalami stroke ringan dan didiagnosa dokter terjadi penyumbatan pada otaknya setelah dilakukan cek MRI,” kata Fajar, panggilan Fajrun Najah Ahmad.

Terkait dengan kondisi kakak sepupunya yang memerlukan perawatan intensif itu, menurut Fajar, pihak keluarga akan segera membawa Koimah ke RS Siloan di Karawaci.

“Inshaallah sore ini juga kami bawa ibu Koimah ke Siloan, untuk secepatnya mendapat perawatan lebih intensif,” kata Fajar yang juga Sekretaris DPD PD Lampung ini.

Ditegaskan, pihak keluarga saat ini konsen dalam perawatan dan penyembuhan Koimah.

“Soal apakah kami pihak keluarga akan menempuh jalur hukum, saya sudah diskusikan dengan teman-teman ibu Koimah dari Ikatan Alumni FH Unila untuk mengkajinya. Bila dianggap perlu, tentu kami akan lanjutkan masalah ini ke jalur hukum. Karena yang terjadi bukan lagi atasan bicara keras melainkan bicara kotor. Perkataan kotor itu yang secara psikologis telah mempermalukan keluarga besar kami,” kata dia seraya menyatakan pihaknya juga meminta Inspektorat Pemprov Lampung untuk mengusut kasus ini.

Fajar kembali menegaskan, seharusnya semua pejabat di lingkungan Pemprov Lampung mengikuti gaya kepemimpinan dan pembawaan Gubernur Ridho Ficardo, yang santun dalam bicara, yang mengayomi dan merangkul semua bawahan.

“Kalau bawahan Gubernur berlaku arogan kepada bawahannya, itu sama saja dengan mempermalukan Gubernur dan merongrong kewibawaan Gubernur. Bila hal semacam ini didiamkan saja, sama saja dengan merusak nama baik Gubernur,” tegas Fajar yang sejak 2010 mendampingi Ridho Ficardo sebagai Sekretaris DPD PD Lampung. (win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *