Makna Sebuah Keikhlasan

“HARUSNYA adek jangan diem aja dong! Masak dibilangin macem-macem cuma diem aja! Sesekali lawan, biar orang juga tau kalo kedieman adek selama ini bukan karna takut!” ucap Dinda dengan nada tinggi.

“Nyantai aja sih, mbak! Biar aja orang ngebilangin adek apa aja, emang gue pikirin!” sahut Gilang dengan nada cuek.

“Ya nggak gitulah, dek! Kebenaran harus adek tegakkan! Tunjukkan kalo adek nggak seperti yang dibilangin orang-orang itu! Mbak aja naik darah dengernya, kok adek bawaannya nyantai-nyantai doang!” ketus Dinda lagi.

“Mbak, ada hal-hal, ada cerita-cerita, ada omongan-omongan yang memang harus dijawab atau ditanggapi! Tapi banyak juga yang cukup didiemin aja! Apalagi kalo omongan itu konotasinya lebih kepada rumor, lebih berat kepada intrik-intrik, lebih dominan dari aktualisasi iri dan dengki, ya nggak perlulah disikapi! Biar-biarin aja, nanti juga menguap sendiri!” kata Gilang masih dengan cueknya.

“Aduh adek! Ubahlah sikap itu, mulailah jadi sosok yang trengginas, yang bergerak kencang untuk membela diri! Mbak jadi kesel sendiri kalo adek bersikap cuek begini! Kalo mbak yang bersikap, nanti dibilang ngambil perkara orang!”

“Mbak perlu tau ya, sepanjang omongan diluaran itu berat ke sisi rumor dan bernuansa iri dengki, dibawa nyantai aja! Kalo kita dikatakan jeleknya aja, ada dua nilai yang didapet! Pertama, dosa kita pindah ke orang yang ngisuin kita, kedua, pahala orang itu pindah ke kita! Makanya jangan langsung kebakaran jenggot kalau diomongin jeleknya aja, sebab tetep ada nilai positif yang kita dapet!”

“Kalo orang ngomongin bagusnya kita, apa yang didapet, dek?!”

“Nggak ada, mbak! Karena cuma orang itu aja yang dapet pahala akibat dia bicara baik buat sesama!” jelas Gilang.

“Kuncinya kok adek bisa nahan diri ngadepin banyaknya isu nggak bagus itu apa dong?!” tanya Dinda.

“Sederhana aja kok, mbak! Keikhlasan! Kita ikhlas nerima apapun itu! Mau baik dan buruk, disyukuri aja! Ikhlas aja ngadepin situasi apapun! Karena hanya dengan keikhlasan itulah sisi kemanusiaan kita akan dipayungi oleh kekuatan Tuhan! Dengan keikhlasan itu kita akan diangkat derajatnya oleh Tuhan! Dengan keikhlasan itu juga hal-hal yang kelihatannya tak mungkin akan menjadi mungkin karena ikut campurnya tangan-tangan Tuhan!” ucap Gilang.

“Tapi soal ikhlas itu mudah diucapkan nggak gampang dipraktekkan, dek?!”

“Ya semua kan berproses, mbak! Nggak ada yang ‘sak dek sak nyek’! Tapi kalo kita menyadari kenisbian sebagai makhluk-Nya, keikhlasan itu akan dengan sendirinya terbangun di diri kita, mbak!

“Gambaran sederhananya keikhlasan itu kayak apa, dek?!”

“Adek inget seorang sahabat pernah nulis begini; kau rawat kepompong sampai menjadi kupu-kupu, meski tau semua yang bersayap pasti akan terbang!” tutur Gilang lagi. (ยค)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *