Masjid Nabawi Makin Nyaman

┬ĄCatatan Fajrun Najah Ahmad

HAMPIR setahun saya tidak ke Masjid Nabawi di Madinah. Kini suasana di sekitarannya banyak berubah. Sampai Madinah Rabu (26/4) dinihari menjelang subuh, suasananya begitu nyaman.

Belasan pedagang yang biasanya menghadang jamaah selepas Solat Fardhu, bisa dibilang tiada lagi. Mereka yang berkategori pedagang K-5 sudah ditempatkan di tenda-tenda bagian kanan masjid. Diatur rapih.

Petugas kebersihan yang bertugas di luar pintu masjid pun ditambah. Setiap 5 menit sekali mereka lewat. Mengambili sampah apa saja yang ada di jalan.

Petugas keamanan alias askar pun lebih sering seliweran dengan kendaraannya. Tak pelak, ibadah di Masjid Nabawi saat ini memang terasa lebih nyaman.

Kalo pun ada peminta-minta, hanya sesekali saja tampak. Karena askar yang rutin patroli akan menghardik mereka untuk menjauh dari kawasan masjid.

Pengaturan jamaah yang ingin ke raudhah pun semakin baik. Setiap 15 menit sekali sekat pemisah antrian dibuka. Sehingga tidak terjadi desak-desakan berlebihan saat solat di bagian Masjid Nabawi yang diyakini sebagai taman surga itu. Jamaah menjadi bisa lebih khusu’ dalam menunaikan ibadah dan doa-doanya.

Memang, pembangunan di sekitaran Masjid Nabawi terus dilakukan. Banyak pekerja yang terus melakukan tugasnya, baik untuk menata perluasan halaman masjid maupun membuat bangunan baru bertingkat.

Dan seperti cerita selama ini, jamaah asal Indonesia mendominasi. Ribuan umat muslim asal Indonesia saat ini tengah berada di Madinah. Datang dan pergi silih berganti. Hal itu pula yang akhirnya menjadikan saya seakan beribadah “di tempat sendiri”. Satu suasana positif sebagai dampak lamanya untuk antri agar bisa menunaikan ibadah haji dari negeri kita. (Bersambung)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *