Irvan Mencari Keteguhan

¤Catatan Fajrun Najah Ahmad (4)

JUMAT (28/4) siang, ba’da Solat Jumat di Masjid Nabawi dan makan siang, saya dan rombongan menuju ke Mekah. Dengan telah memakai pakaian ihrom, tujuan kami: melaksanakan ibadah umrah; tawaf dan sa’i.

Dari 41 anggota rombongan, teman seperjalanan saya dan istri dari Lampung: Irvan Yusadinandra Prayitno dan istrinya, Veronika Cakradinata Irvan, adalah yang termuda. Tak heran jika kemudian, pasangan beranak dua ini memanggil saya dengan sebutan; om.

Semua yang datang ke Tanah Suci, tentu membawa “persoalan” yang ingin diadukan kepada Tuhan Seru Sekalian Alam, Allah SWT. Pun Irvan. Pria 33 tahun ini sebenarnya punya prestasi dan prestise yang layak diacungi jempol. Kini ia salah satu pimpinan Bank Lampung Cabang Sudirman, Bandarlampung. Dengan pekerjaan dan posisinya, tentu bisa dibayangkan akan bersinarnya masa depan pria muda yang familiar ini. Apalagi, dia didukung sang istri; Vero, PNS yang bertugas di UPTB Bapenda Wilayah I Bandarlampung. Pasangan harmonis dengan masing-masing memiliki karier yang jelas tahapannya.

Tapi, “Saya datang ke Tanah Suci ini untuk mencari keteguhan sikap menghadapi masa depan. Saya akan mengadu kepada Allah SWT. Setelah saya menjeritkan kepada Nabi Muhammad saat di raudhah,” aku Irvan, Kamis (27/4) malam saat berbincang ringan dengan saya selepas Solat Isya d Masjid Nabawi.

Keteguhan sikap bagaimanakah yang dicari Irvan dengan melaksanakan ibadah umrah saat ini? Putra sulung mantan Rektor Unila, Sugeng P Hariyanto, itu layaknya kaum muda saat ini memang memiliki cara pandang dan obsesi kehidupan yang relatif maju dan mungkin “radikal” di mata para orang tua. “Ada kegundahan tersendiri di jiwa saya saat menatap ke masa depan. Saya nggak tau itu apa dan kenapa? Justru karena itu saya ingin mencari jawaban yang meneguhkan jiwa saya dengan umrah ini,” aku Irvan seraya menegaskan, kegundahannya bukan terkait dengan sisi materi, melainkan ada hal-hal yang menyumbat kepuasan batinnya.

Itu sebabnya, saat rombongan kami telah sampai di Hotel Dar Al-Ghufran, dan istirahat sejenak, Irvan begitu bersemangat mengikuti prosesi tawaf dan umrah. Pelaksanaan umrah yang dimulai pukul 01.15 Sabtu (29/4) dinihari waktu Arab Saudi itu, baru berakhir pukul 03.30. Irvan didampingi istri, tampak begitu khusu’ mengikuti seluruh prosesi peribadatan ini. Semoga, keteguhan batin yang dicarinya, bisa didapatkan setelah kembali dari perjalanan batin ini. (Bersambung)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *