SINERGITAS DAN AKSELERASI PEMBANGUNAN TULANG BAWANG MENUJU PEREKONOMIAN DAERAH YANG BERKUALITAS, AMAN, MANDIRI DAN SEJAHTERA

HARIANFOKUS.com Pemerintah Kabupaten Tulangbawang terus berupaya meningkatkan pembangunan menuju Tulang Bawang yang aman, mandiri dan sejahtera. Hal ini di awali dengan penyusunan rencana yang sistematis. Dalam penyelenggaraan pemerintah daerah, proses perencanaan merupakan hal yang sangat penting, selain berfungsi memberi arah bagi proses pembangunan juga menjadi dasar bagi proses penganggaran, pelaksanaan dan pengendalian pembangunan, ujar Kepala Bappeda Kabupaten Tulang Bawang Ir. Anthoni , MM.

Menyadari bahwa perencanaan merupakan proses menentukan tindakan masa depan yang tepat melalui urutan pilihan dengan memperhitungkan sumberdaya yang tersedia, maka perencanaan harus disusun secara komprehensif dan terpadu serta sinergi dengan perencanaan pusat dan provinsi. Mengingat APBD kita terbatas dan tidak semua program atau kegiatan dapat dibiayai dari APBD Tulang Bawang, maka peran serta masyarakat dalam pembangunan daerah harus kita dorong dan tingkatkan.

Selain terus melakukan koordinasi dan sinergi program dengan pemerintah provinsi dan pusat guna memperoleh dukungan program dan alokasi dana yang bersumber dari APBN, dana tugas bantuan atau dekonsentrasi, serta sumber-sumber dana lainnya, termasuk meningkatkan sinergi dengan seluruh stakeholder pembangunan dan meningkatkan kerjasama pemerintah dengan swasta.

Sebagai upaya terus meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Tulang Bawang prioritas pembangunan kedepan tetap diarahkan pada Pembangunan Infrastruktur secara merata : Pendidikan, Kesehatan, Pertanian dan Ketahanan Pangan, Ekonomi Kerakyatan dan Dunia Usaha, Pembinaan Keagamaan, Sosial Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat, Reformasi dan Tata Kelola Pemerintah, serta Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Pelestarian Lingkungan.

 

Kinerja pembangunan yang telah dilaksanakan selama 4 tahun ini, diantaranya Gerakan Serentak Membangun Kampung (GSMK) dengan dana stimulant mencapai sekitar 129 milyar, jumlah swadaya masyarakat yang terkumpul sekitar 32,27 milyar dan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 2.304.911 HOK serta diperkirakan meningkatkan pendapatan masyarakat sebesar 41,95 milyar selama kegiatan GSMK berlangsung. Hasil program GSMK tahun 2013-2016 antara lain pembangunan Jalan Onderlagh atau Telford sepanjang 296,72 KM, Jalan Rabat Beton 47,15 KM, pemadatan tanah jalan 67,11 KM, jembatan 128 unit, jalan lapen, gorong-gorong, drainase, balai kampung 12 unit, Gedung PAUD 2 unit, posyandu, podium olahraga dan lainnya.

Secara umum perkembangan hasil pembangunan di Kabupaten Tulang Bawang dapat dilihat dari beberapa indikator makro, seperti perkembangan PDRB, Laju Pertumbuhan Ekonomi, serta Indeks Pembangunan Manusia, yang terus tumbuh dan meningkat.

Kinerja lainnya adalah revitalisasi kawasan Ibu Kota Menggala, revitalisasi infrastruktur kawasan KTM di Rawa Pitu kawasan strategis lainnya. Ditetapkan jalan ruas Simpang Penawar-Rawa Jitu Timur menjadi jalan nasional, pembangunan jalan Hotmix 178,22KM, jalan Lapen 168,21KM, Onderlagh 87,95KM, Boulevard 24,68KM, pembangunan sarana prasarana perumahan dan pemukiman, pengelolaan sumber daya irigasi, normalisasi saluran, pembangunan tanggul penangkis, peningkatan sarana perhubungan, fasilitas pengembangan sarana telekomunikasi dan kelistrikan.

 

Kinerja pembangunan bidang Pendidikan dari tahun ke tahun terus meningkat, hal ini ditunjukan dengan meningkatnya indikator pendidikan seperti APK, APM dan APS. Menurunnya angka putus sekolah, serta meningkatnya nilai IPM.

Pembangunan dibidang Kesehatan juga menunjukan perkembangan yang positif, hal ini dapat dilihat makin meningkatnya angka harapan hidup, menurunnya angka kematian bayi dan ibu, serta meningkatnya layanan cakupan kesehatan.

Kinerja pembangunan bidang Pertanian dan Ketahanan Pangan, antara lain peningkatan produktifitas komoditas pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan. Peningkatan pembinaan intensifikasi dan bantuan sarana dan prasarana agribisnis, serta peningkatan ketersediaan sarana pengolahan dan pemasaran hasil pertanian.

Sedangkan pembangunan ekonomi Kerakyatan, diantaranya peningkatan teknologi dan fasilitas permodalan usaha, peningkatan keterampilan manajemen dan perluasan produk koperasi dan UKM, fasilitas kemitraan IK atau IRT dengan industri mengah maupun industri besar, pembinaan dan penguatan kelembagaan koperasi dan UKM, optimalisasi perizinan dan iklim kondusif bagi dunia usaha.

Selain itu juga memprioritaskan peningkatan Pembinaan Keagamaan, Sosial Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat, Reformasi dan Tata Kelola Pemerintah, Pengelolaan Sumber Daya Alam serta Pelestarian Lingkungan. (S)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *