Dari Mahan Ke Makkah

¤Catatan Fajrun Najah Ahmad (7)

 

MINGGU (23/4) siang, saya bertemu Ustad Asep Holis Nurjamil di Mahan Agung. Saat itu ia menjadi penceramah acara aqiqah putri Gubernur M. Ridho Ficardo. Minggu (30/4) malam, saya bertemu lagi dengan dai muda itu di Makkah. Subhanalah..!

Ba’da solat maghrib, saya dan rombongan sedang makan malam di restoran Hotel Dar Al-Ghufran, ketika tiba-tiba saya melihat sosok Ustad Asep.

“Assalamualaikum, bang. Alhamdulilah kita ketemu lagi. Minggu lalu ketemu di Mahan Agung, sekarang di Makkah,” ujar Ustad Asep saat kami bersalaman.

Sungguh pertemuan yang tak pernah diatur sebelumnya. “Kita nggak ngomong-ngomong ya kalo mau umrah waktu ketemu di Mahan ya, Bang. Nggak taunya Allah mempertemukan kita disini. Alhamdulilah,” lanjut ustad yang dikenal menjadi penceramah rutin di Mahan Agung sejak M. Ridho Ficardo menjadi Gubernur Lampung. Ustad Asep Holis Nurjamil saat itu membawa rombongan sebanyak 25 orang yang berasal dari Bandarlampung.

Ia beserta rombongan baru sampai Hotel Dar Al-Ghufran setelah melakukan perjalanan panjang dari Madinah. Minggu (30/4) malam itu juga, Senin (1/5) dinihari waktu Indonesia, Ustad Asep memimpin anggota rombongannya untuk melaksanakan umrah.

“Alhamdulilah, pelaksanaan umrah jamaah kami tadi malam berjalan dengan lancar dan insyaallah barokah,” kata Ustad Asep saat bertemu lagi di tempat sarapan, Senin (1/5).

Dikatakan, setelah beberapa hari beribadah di Masjidil Haram, rombongannya akan menuju Turki untuk melanjutkan wisata rohani.

“Perjalanan rohani ini memakan waktu 12 hari,” ucap dia.

Saya tidak hanya bisa bersilaturahmi dengan Ustad Asep saja. Tapi juga dengan sahabat saya, Yunizar, yang berangkat ke Tanah Suci bersama kedua orang tuanya.

“Alhamdulilah. Ternyata dunia ini sempit ya. Kita di Makkah pun dipertemukan oleh Allah,” kata Yunizar yang bertugas di Polda Lampung ini.

Polisi muda yang selalu tampil low profile ini tampak begitu perhatian kepada kedua orang tuanya. Ia tak segan bolak-balik mengambilkan berbagai makanan bagi orang tuanya yang menunggu di meja makan. Sungguh sebuah pengabdian seorang anak yang layak ditiru.

Bila Ustad Asep Holis beserta rombongan baru masuk Makkah, saya dan rombongan Senin (1/5) siang meninggalkan Kota Makkah. Kami menuju Jeddah, untuk selanjutnya pada Selasa (2/5) dinihari waktu Arab Saudi, meneruskan perjalanan ke Amman, Jordania.

Sesampai di Amman, saya dan rombongan menuju ke Jerusalem melalui Allenby Bridge. Tujuan utama saya: solat di Masjidil Aqsa. Sudah sejak lama saya ingin merasakan nikmatnya solat di masjid tempat Nabi Muhammad SAW melakukan penerbangan dengan buroq untuk bertemu Allah di langit dan mendapat perintah solat 5 waktu bagi umatnya.

Selama dua hari berada di Jerusalem tentu menjadi pengalaman tersendiri. Karena ada beberapa tempat bersejarah yang akan saya datangi. Baru Kamis (4/5) siang, kami kembali masuk Amman, Jordania. Di negeri ini, saya ingin memperbanyak doa di makam Nabi Syuaib dan goa Ashabul Kahfi. Dua tempat yang dipastikan banyak mengandung nilai ke-Ilahian. (Bersambung)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *