7 views

Jerusalem Aman, Di Al Aqsa Nyaman

┬ĄCatatan Fajrun Najah Ahmad (8)

 

SUNGGUH suatu kabar yang sengaja dibelokkan. Selama ini kita di Indonesia disiarkan info bila Jerusalem daerah tidak aman, karenanya umat Islam negeri ini berpikir puluhan kali untuk berziarah ke Masjid Al Aqsa berikut tapakan sejarah para Nabi yang tersebar di negara Israel itu.

Kenyataannya tidak demikian. Daerah Jerusalem merupakan wilayah yang aman dan beribadah di Masjid Al Aqsa pun penuh dengan kenyamanan.

Selasa (2/5) sampai Kamis (4/5) silam, saya berada di Jerusalem dan merasakan betapa kabar selama ini bahwa wilayah itu tidak aman alias angker, adalah tidak benar. Memang, hampir di setiap sudut kota nan sejuk itu selalu tampak ada polisi atau pun tentara dengan senjata lengkap. Namun hal itu bukan menandakan bila situasi tidak aman. Karena nyatanya, mereka ya hanya berjaga-jaga biasa saja.

Buktinya, saat saya dan rombongan akan memasuki kawasan Masjid Al Aqsa, beberapa di antara polisi dan tentara Israel itu menyapa; Assalamualaikum…! Pun saat ada jamaah yang salah masuk ke pintu Tembok Ratapan tempat orang Yahudi, mereka mengingatkan bahwa warga Muslim tidak boleh masuk ke tempat tersebut. Sebaliknya, warga Yahudi juga tidak diperkenankan memasuki kawasan Masjid Al Aqsa.

Sebenarnya, yang ada di wilayah Jerusalem adalah kehidupan beragama yang sangat harmonis. Warga muslim, yahudi dan nasrani saling beribadah dengan keyakinan masing-masing di kawasan Masjid Al Aqsa. Dua hari dua malam saya “mondok” di Jerusalem, tidak sekali pun saya temui hal-hal yang menandakan bahwa wilayah Israel tersebut tidak aman, sebagaimana kabar yang dibesar-besarkan selama ini.

Lalu kenapa mesti disebarkan info bahwa Jerusalem tidak aman? Menurut penelusuran saya, hal itu tidak lain untuk membangun “ketakutan” tersendiri bagi kaum muslim Indonesia yang berkeinginan untuk datang ke Masjid Al Aqsa. Dengan disebar secara terus menerus info bahwa Jerusalem tidak aman, maka warga muslim akan enggan datang kesana. Sebaliknya, warga non muslim yang berdatangan kesana.

Menurut tour guide rombongan kami; Majdi H Al Kurdi, sepanjang 2015 silam, warga Indonesia yang datang ke Jerusalem sebanyak 60.000 orang. Ironisnya, 70% dari mereka adalah non muslim.

Itu artinya, propaganda kaum non muslim untuk “menakut-nakuti” warga muslim Indonesia agar tidak berkunjung ke Israel, sudah mengena. Karena itu, melalui catatan ini, saya ingin mengajak kita semua, warga muslim Indonesia, untuk menyempatkan berkunjung ke Masjid Al Aqsa, sebab Jerusalem sebenarnya aman-aman saja.

Bahwa ada proses pemeriksaan lebih serius saat di imigrasi, sebenarnya ya biasa-biasa saja. Karena sesungguhnya negara Israel memang tidak suka warga muslim berdatangan ke Masjid Al Aqsa. Namun mereka tidak dapat juga melarang. Sebab, persoalan keyakinan keagamaan adalah hak mendasar setiap manusia. Maka itu, kapan pun umat Islam tetap bisa mendatangi beragam perjalanan sejarah Islam yang ada di negara itu.

Kawasan Masjid Al Aqsa sendiri tetap terjaga dengan baik. Baik di masjid baru yang berkubah warna kuning maupun masjid lama yang berkubah hitam, semua terawat. Dan solat di dalamnya, penuh dengan kenyamanan.

Yakinilah, tak akan ada ibadah nyaman bila suasana di sekitar tidak aman. Itu sebabnya, salah kaprah bila kita tetap menyebarkan kabar bila Jerusalem tidak aman. Sebab kenyataannya tidak demikian.

Kegiatan warga setempat pun layaknya kehidupan yang wajar. Anak-anak sejak pagi berangkat ke sekolah dengan cerianya. Siang sedikit, aktivitas warga yang akan bekerja pun tampak nyantai. Toko-toko buka sejak pagi. Jadi, secara keseluruhan, kondisi memang aman dan nyaman untuk berwisata maupun ibadah. Walau memang, di petilasan-petilasan bersuasana ke-Islam-an agak mendapat perhatian aparat Israel. Hal yang wajar saja, sebab ada tiga agama yang hidup di negeri itu. (Bersambung)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *