138 views

Makam Nabi Ibrahim Dijaga 5000 Tentara

┬ĄCatatan Fajrun Najah Ahmad (9)

 

SESUNGGUHNYA warga Israel itu takut akan keberadaan umat Islam. Itu sebabnya, beragam cara mereka lakukan untuk mengerdilkan suasana Islami di negeri itu.

Salah satu buktinya, wilayah Hebron yang merupakan daerah pinggiran Jerusalem sampai perlu dijaga secara bergiliran oleh 5000 tentara. Itulah salah satu cara Israel dengan strategi psywar-nya agar umat Islam tidak berziarah ke makam Nabi Ibrahim AS.

Seperti diketahui, di Desa Mambruk, Kota Hebron, disemayamkan jenazah Nabi Ibrahim beserta istri pertamanya Siri Sara, juga Nabi Ishak dengan istrinya, Nabi Yakub beserta sang istri dan Nabi Yusuf. Para Nabiyullah itu dimakamkan di sebuah wilayah agak berbukit.

Memasuki Desa Mambruk, memang suasanya beda. Bak wilayah “kota mati”. Toko-toko tutup semua. Rumah-rumah pun begitu. Warga muslim berdiam diri di dalam rumah. Para orang tua boleh keluar rumah bila telah mendapat izin tentara yang berjaga di setiap sudut jalan.

Untuk masuk ke lokasi makam pun mesti melalui pemeriksaan detektor dan diawasi oleh wajah-wajah dingin para tentara Israel. Nampak wajah tegang tak suka melihat saya dan rombongan yang ingin berziarah ke makam para Nabiyullah tersebut.

Tapi, para tentara yahudi itu hanya mengawasi semata. Mereka tak berani melarang. Sebab, kepercayaan agama adalah hak mutlak setiap manusia. Mereka tak mau melakukan aksi-aksi yang bisa mendiskreditkan mereka sendiri dengan ancaman pelanggaran hak asasi.

Makam Nabi Ibrahim beserta nabi-nabi yang lain, saat ini posisinya berada di 15 meter dibawah lantai tempat saya dan rombongan berziarah. Pintu goa yang dulu terbuka, sudah sejak lama ditutup. Sehingga hanya bisa mengintip melalui lubang kecil, itu pun setelah diberi penerangan beberapa lilin kecil saja.

Wilayah Mambruk dan Hebron yang hanya memiliki 600 warga muslim itu dijaga oleh 5000 tentara Israel. Mengapa? Karena di daerah tersebut dipastikan tempat kuburannya empat Nabiyullah itu, sementara di tempat lain hanyalah maqam atau petilasan semata. Israel tidak ingin daerah Hebron menjadi pusat perkembangan Islam di negeri itu. Karenanya, kawasan Hebron dijaga ketat. Dengan asumsi; apabila penjagaan diperketat, umat muslim akan enggan berziarah.

Sehingga, perlahan-lahan, kehidupan warga Hebron akan semakin “mati”, dan warga mau menjual lahannya kepada Israel. Dampak ke depannya, makam para Nabi itu pun akan “dimusnahkan” dari sejarah dunia Islam.

Bagi yang belum datang langsung, memang ragu-ragu bila akan melakukan perjalanan rohani ke wilayah Israel. Akibat propaganda negatif yang sengaja dihembuskan untuk menakuti umat muslim. Namun bagi yang sudah pernah kesana, pasti semua merasakan amat beda. Ada skenario besar kaum yahudi untuk menjauhkan umat muslim dari sejarah perkembangan agamanya.

Hebron sebenarnya sudah masuk wilayah Tepi Barat, yang menjadi daerah Palestina. Tapi karena Israel amat takut akan kebangkitan umat Islam, mereka pun tak segan “melanggar” ketentuan dengan menugaskan ribuan tentaranya “mengawasi” wilayah yang terdapat makam Nabi Ibrahim tersebut.

Ketakutan Israel akan keberadaan umat Islam di kawasan itu juga dibuktikan dengan membangun ratusan kilometer tembok pemisah antara Israel dan Palestina. Tembok setinggi 6 meter itu berdiri mengelilingi wilayah Israel. Bisa dibayangkan, di daerah gurun membangun tembok sepanjang itu tentu bukan tanpa maksud. Saya menilainya, itulah wujud ketakutan Israel pada umat muslim. Yang dalam propagandanya disebarkan seakan-akan daerah Israel tidak aman bagi umat muslim.

Ketakutan Israel lainnya terbukti dengan tidak diperbolehkannya kendaraan-kendaraan warga Palestina masuk wilayah Israel. Kendaraan warga Palestina memiliki plat mobil dengan warna hijau dan putih, sedang Israel berplat kuning dan hitam. Warga Israel yang muslim tetap diperbolehkan masuk ke Palestina. Tapi tidak demikian dengan warga Palestina beragama yahudi atau nasrani, tetap tidak diizinkan masuk Israel.

Pun warga Jordania, sangat sulit untuk mendapatkan visa masuk Israel. Hal ini bisa dipahami, sebab 75% warga Jordania merupakan keturunan Palestina. Israel takut, “kepulangan” para keturunan warga Palestina yang ada di Jordania itu akan memberi bantuan bagi sanak keluarga Palestina, yang hidupnya memang dibuat susah-susah bener oleh Israel.

Sebenarnya, tidak semua warga Palestina hidup dalam kesulitan. Khususnya yang di wilayahnya tidak ada petilasan sejarah Islam. Di Jericho misalnya, mayoritas masyarakat muslim Palestina hidup berkecukupan, walau tidak semewah warga Israel. Daerah ini malah berkembang menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi orang dari beragam negara. Saat saya di kota tua ini, banyak wisatawan dari Malaysia dan Korea yang tengah berkunjung kesana. Bus-bus wisata berendengan masuk wilayah Palestina.

Di beberapa sudut wilayah Jericho tampak berdiri beberapa hotel. Tempat-tempat makan di alam terbuka pun cukup banyak. Pertanda kawasan Jericho berkembang sebagai kota wisata. Kita tahu, tak mungkin dunia wisata berkembang bila situasinya tidak aman.

Dari perjalanan rohani selama dua hari di wilayah Israel dan Palestina, saya bisa catat; bahwa selama ini kita sebagai umat muslim terperangkap dalam propaganda negara yahudi itu, yang menyatakan tidak aman bagi umat muslim berkunjung ke wilayah tersebut, sebab mereka ingin membangun image bila Israel sepenuhnya “milik” kaum nasrani dan yahudi saja. Padahal kenyataannya, ratusan umat muslim dari berbagai negara lain, setiap harinya datang dan pergi ke negara itu dengan aman dan beribadah dengan nyaman serta dapat menapak tilas perjuangan para Nabiyullah yang dimakamkan disana. (Bersambung)

 

Bagikan berita ini:

Satu tanggapan untuk “Makam Nabi Ibrahim Dijaga 5000 Tentara

  • 14 November 2018 pada 10:45
    Permalink

    Ya jelas aman berkunjung ke kuburan ibrahim yg di jaga tentara israel,agama apspun boleh karna itu hak asasi tapiiii klo itu dijaga israel dan nasrani loh,bukan di jaga golongan kambing bandot wkwkwk yg sok suci spt srigala berbulu domba

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *