3 views

Gaya Katak

GILANG hanya duduk di tepi kolam renang saja saat teman-temannya latihan renang, sore kemarin.

Tak sedikit pun dia punya keinginan untuk ikut berenang juga.

“Dek, sana berenang! Itu temen-temen adek kan lagi pada latihan renang!” kata Dinda.

“Nggak ah, mbak! Adek nggak suka renang! Adek kan milih olahraga futsal sama sepakbola, mbak!” sahut Gilang.

“Ya nggak apa-apalah ikut berenang juga, dek! Itu ada beberapa temen adek yang nggak ambil pilihan bidang olahraga renang mbak liat ikut masuk kolam! Artinya kan ya boleh-boleh aja sama pelatihnya, dek!”

“Nggak ah, mbak! Adek males aja masuk kolam untuk ikut berenang juga!”

“Bilang aj kalo adek takut main di kolam renang!” ujar Dinda.

“Nggak takutlah, mbak! Cuma adek lagi nggak sreg aja! Apalagi itu adek perhatiin kok temen-temen renangnya pada pake gaya katak gitu! Kan nyiprat kemana-mana airnya! Gelombangnya juga jadi nggak karuan!” kata Gilang.

“Kan memang gaya katak itu yang lagi ngetrend, dek! Karena dengan gaya itu seluruh tubuh, kaki dan tangan harus melakukan pergerakan! Gaya itu akan buat lebih sehat selain membentuk badan jadi bagus!”

“Tapi adek nggak suka gaya itu, mbak! Karena kan kesannya nabrak sana-sini, jejek kanan-kiri! Adek suka gaya kupu-kupu! Bergerak dengan dua tangan aja!” sela Gilang.

“Adek jangan salah, sekarang ini renang gaya katak itulah yang terus dimainkan banyak orang di daratan! Mereka nggak peduli harus jongkrokin kanan-kiri atau injek kiri-kanan demi mewujudkan obsesinya! Saking semangatnya dalam memainkan gaya katak itu sampai banyak yang lupa mengukur kemampuan diri sendiri! Yang penting bisa eksis, itu aja impian yang ingin digapai!”

“O, renang gaya katak itu bisa dimainkan di daratan juga ya, mbak?”

“Lha iyalah, dek! Sekarang ini kan banyak orang yang pinter mengadopsi segala gaya dalam memainkan perannya, dek! Justru yang bergaya kupu-kupu, yang tampak slow dan lentur malah nggak diperhitungkan!
Jadi adek salah kalo suka dengan gaya kupu-kupu itu!”

“Ya gimana kalo adek sukanya dengan gaya kupu-kupu, mbak! Itu sesuai karakter pribadi adek! Kan nggak mungkin merubah pembawaan hanya untuk ikuti sebuah trend permainan!”

“Inilah kelemahan adek, sulit menyesuaikan dengan gaya permainan yang lagi ngetrend! Makanya adek sering ketinggalan dan ditinggalkan!” ucap Dinda.

“Adek mikirnya justru terbalik, mbak! Dengan tidak ikut arus gaya permainan yang lagi trend dan nggak sesuai karakter pribadi, malahan adek tetep punya jati diri! Kepribadian tetep terjaga di saat yang lain kering kepribadiannya akibat latah ikut-ikutan dengan trend yang ada!” tegas Gilang. (ยค)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *