17 views

Tahlilan Bersama Kaum Muslim Afghanistan

┬ĄCatatan Fajrun Najah Ahmad (10)

 

SUBHANALAH…! Saya punya pengalaman tersendiri saat berziarah di makam Nabi Syuaib di Jordania. Saat itu sedang ada jamaah dari Afghanistan yang sedang tahlilan. Karena bacaannya -ternyata- banyak yang sama, saya pun ikut bertahlilan dengan mereka.

Hampir satu jam puluhan jamaah muslim asal Afghanistan itu khusu’ bertahlilan di sisi kanan kiri makam Nabi Syuaib yang ada di gurun tandus nan tinggi. Saya dan rombongan langsung bergabung. Membaca tahlil dan ditutup oleh doa.

Uniknya, pimpinan jamaah asal Afghanistan saat itu memakai peci atau kopiah warna hitam khas Indonesia. Saya malah memakai topi khas Afghanistan yang saya beli saat di Makkah. Berkat penutup kepala itulah “persaudaraan” pun langsung tersambung.

Menurut penjaga makam, setiap harinya sekitar 500 umat muslim dari berbagai negara ziarah ke Nabi Syuaib. Biasanya setelah mereka dari Jerusalem dan Palestina. Sungguh luar biasa semangat umat muslim dari berbagai belahan dunia untuk terus “merawat” sejarah kehidupan Islam di jazirah Arab.

Yang juga perlu saya catat, walau daerah Israel, Palestina maupun Jordania berada di kawasan gurun nan tandus, namun nuansa kehijauan sudah ada dimana-mana. Bahkan di kota Jerusalem, tampak tanaman-tanaman yang terdiri dari pohon anggur, zaitun dan almond yang sengaja ditanam dengan penataan yang apik.

Kegersangan gurun nan berbukit itu pun seakan sirna oleh hijaunya dedaunan ribuan pohon yang tumbuh demikian subur. Meski matahari terik tapi hawanya tetap sejuk, bahkan menjurus ke dingin. Itulah kekhasan tiga negara itu. Memang, baru di daerah-daerah perkotaan saja kehijauan pepohonan itu dibuat dengan baik, di wilayah luar kota, tetap saja gurun nan tandus yang kita temui.

Melihat sudah demikian menghijaunya kawasan-kawasan di jazirah Arab tersebut, teman saya; Irvan, sempat berucap: “Kalau sudah mulai banyak tumbuhan di wilayah jazirah Arab, isyarat kiamat sudah dekat!” Benarkah demikian? Wallahu a’lam bis sawaf. (Habis)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *