55 views

Ribuan Tahlil Bergema

SUBHANALAH… Suasana duka begitu mendalam menyelimuti kompleks perumahan Kemang Pratama Regency Bekasi begitu iring-iringan kendaraan membawa jenazah ibunda menuju ke rumah duka, Rabu (17/5) siang.

Meski baru beberapa tahun domisili di kawasan perumahan yang tergolong sejuk itu, keluarga kami cukup akrab dengan para penghuni. Tak heran bila kabar wafatnya ibunda segera menyebar. Para tetangga pun berdatangan. Jamaah pengajian, baik yang dibina almarhumah maupun bapak, berdatangan.

Karangan bunga papan duka cita juga berdatangan. Ada dari Khofifah Indar Parawansa, Mensos, yang memang anak didik almarhumah di Muslimat NU. Juga dari keluarga besar Kementerian Agama tempat bapak terakhir berkarier sebagai birokrat. Dari Ketua Umum PP GP Ansor, dari PP Muslimat. Juga banyak lagi lainnya. Memenuhi sepanjang Jl Kumala 2 tempat “rumah tua” keluarga kami berada.

Yang tak diduga begitu maghrib tiba. Handphone bapak tidak berhenti berdering. Dari para kiyai pimpinan pondok pesantren. Mulai dari kawasan Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bekasi, sampai ke Pulau Nias. Dari Lampung juga banyak. Selain menyampaikan duka cita, mereka pun menyatakan ba’da Isya akan melakukan tahlilan untuk ibunda. Tuty Nuril Huda, begitu sapaan akrab ibunda yang bernama asli Hj Qodrotut Dhurroti. Sungguh mengagumkan. Selepas Isya tadi, ribuan tahlil menggema mendoakannya.

Di rumah duka pun, ratusan jamaah pengajian, mayoritas dari Perumahan Bumi Bekasi Baru, Rawalumbu, Bekasi, bergabung dengan keluarga melantunkan tahlilan. Dilanjutkan dengan ceramah yang langsung disampaikan bapak dari atas kursi roda.

Malam ini, sekitar pukul 23.30 WIB, jenazah dibawa ke Angkasa Pura Soekarno Hatta untuk persiapan penerbangan pagi harinya dari Halim Perdana Kusuma. Kami; anak, menantu dan cucu sudah berbagi menuju Madiun. Ada yang melalui darat sejak sore, ada yang naik kereta api. Mensiasati akibat tidak dapat tiket pesawat. Saya beserta istri dan si bungsu Gilang, berangkat setelah jenazah diterbangkan, karena tidak dapet tiket lagi. Itu pun dengan maskapai yang lain.

Rencananya, insyaallah, sesampai di komplek Ponpes Darus Solihin, Gotak, Uteran, Madiun, sekitar jam 10.15 WIB, Kamis (18/5), jenazah ibunda akan disolatkan kembali oleh ribuan jamaah di wilayah itu. Dan, ba’da Solat Dhuhur, prosesi pemakaman dilakukan. Posisi makamnya, berdekatan dengan bapak dan ibu almarhumah. Rupanya, ibunda tetap ingin “selalu bersama” dengan leluhurnya. Sekaligus mengingatkan anak cucu untuk sering-sering menengok tanah kelahiran. Insyaallah. (ยค)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *