1 views

Saling Mengingatkan

SAMPAI ba’da dhuhur, Gilang masih saja tidur dengan nyenyaknya. Dinda pun membangunkan.

“Dek, jangan tidur melulu! Puasa itu bukan buat malah-malasan!” ujar Dinda sambil menepuk-nepuk badan Gilang.

“Lemes bener badan adek, mbak! Mungkin karena puasa pertama ya?!” sahut Gilang.

“Semua yang puasa juga ngerasain begitu, dek! Pasti badannya lemes karena asupan makanan kan nggak masuk sejak pagi tadi! Tapi itu bukan alasan buat bermalas-malasan lo! Lagian kalo puasa dibawa tidur terus, makruh hukumnya, dek!”

“Jadi mbak juga sebenernya lemes juga ya?!” tanya Gilang.

“Ya iyalah, dek! Cuma mbak isi dengan kegiatan! Mbak main games, mbak baca buku!”

“Adek tadi juga baca buku pelajaran, mbak! Kan senin lusa mau ulangan! Abis itu ketiduran lagi!”

“Ya itu bagus, dek! Tetep ada kegiatan positif yang kita lakuin selama puasa hari ini! Yang nggak boleh itu, dengan alasan puasa terus buat kita males-malesan! Tidur melulu sampe solat pun kelewatan waktunya!”

“Trimakasih ya sudah ngingetin adek, mbak!”

“Kita kan emang harus saling mengingatkan untuk kebaikan, dek! Apalagi di bulan Ramadhan gini, kita sudah selayaknya saling mengingatkan untuk kebaikan!” tutur Dinda.

“Iya, mbak juga harusnya agak dikurangi main gamesnya lo! Baikan perbanyak baca buku atau baca Alquran! Jadi dapet pahalanya banyak!” kata Gilang.

“Iya dek! Kita selalu saling mengingatkan ya?! Karena dengan cara itu kita bisa makin tau mana yang baik dan mana yang kurang baik, dek!”

“Iya, mbak! Sebab dengan saling mengingatkan itulah nilai kebersamaan antar sesama terus terbina! Juga menyadarkan kita bahwa sebagai manusia, kita teteplah memerlukan sesama, teteplah kita nggak bakal jadi sempurna! Karena kesempurnaan itu hanya milik Sang Maha Kuasa!”

“Memang nggak semua kebaikan kita mengingatkan orang lain, nggak selamanya disambut dengan baik, dek! Tapi ya nggak apa-apa! Sebab tugas kita hanya sampai pada mengajak atau mengingatkan untuk kebaikan aja! Nggak harus memaksa seseorang itu untuk berubah!”

“Biasanya orang yang sulit diingatkan itu yang kayak mana ya, mbak?!” ucap Gilang.

“Biasanya yang sedang berkuasa dan kekuasaannya itu membuat dia lupa diri, dek! Merubah kepribadiannya! Merubah karakter pribadinya! Kekuasaan telah mengubah perilakunya! Orang-orang yang dikendalikan oleh kekuasaan yang sedang ditangannya, adalah orang yang amat sulit menerima masukan dan diingatkan! Walo begitu, jangan buat kita putus asa untuk mengingatkan atau mengajak untuk kebaikan! Soal dia menerima atau tidak, itu urusan dia! Dan kita sudah lepas dari kewajiban untuk saling mengingatkan!” kata Dinda. (ยค)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *