1 views

Wajar Tanpa Pengecualian

“MBAK, apa sih iklan ucapan selamat yang lagi rame di koran?!” tanya Gilang sepulang sekolah.

“Apa ya dek? Mbak juga nggak perhati! Emangnya kenapa?!” sahut Dinda.

“Tadi di sekolah ditanya sama guru?!”

“Kok guru ngurusin iklan di koran sih, dek? Apa kaitannya!”

“Pas pelajaran civic, mbak! Kan ada kaitannya dengan urusan pemerintahan!”

“Oh gitu ya? Ya coba kita buka aja koran 3 hari belakangan, dek!” ucap Dinda sambil menuju ke tempat koran dan mulai membukanya.

“Sudah ketauan, mbak? Iklan ucapan selamat apa yang paling banyak dimuat koran belakangan ini?” tanya Dinda.

“Mbak sudah tau, dek! Iklan ucapan selamat atas pencapaian wajar tanpa pengecualian alias WTP yang diraih beberapa pemerintahan atas bagusnya laporan keuangan! Mulai dari pemerintah provinsi sampai beberapa kabupaten dan kota di Lampung!” kata Dinda.

“Artinya itu apa ya, mbak?!”

“Artinya pelaporan hasil pemeriksaan atas penggunaan keuangan telah bagus, dek! Yang kasih penghargaan kan Badan Pemeriksa Keuangan, dek! Lembaga yang emang punya legalitas buat mengaudit urusan penggunaan keuangan yang dilakukan pemerintah! Jadi bisa dipertanggungjawabkan validitasnya!” urai Dinda.

“Jadi kita patut bangga ya, mbak! Karena banyak pemerintahan di daerah kita yang sudah bagus dalam penggunaan keuangannya ya? Amat wajar kalo banyak iklan ucapan selamat ya, mbak?!” sela Gilang.

“Iya, dek! Sebagai warga Lampung kita patut bangga! Karena dengan diraihnya pencapaian WTP itu menunjukkan jika kinerja jajaran aparatur pemerintah terus membaik!”

“Apa itu artinya juga nggak ada lagi temuan penyimpangan penggunaan keuangan daerah ya, mbak?”

“Nah, ini yang mbak juga nggak paham, dek! Sebab setau mbak, meski BPK sudah menganugerahi WTP tetep aja ada temuan-temuan yang harus ditindaklanjuti, dek! Temuan yang terindikasi penyimpangan penggunaan keuangan daerah yang diwajibkan harus dikembalikan!”

“Oh gitu ya, mbak? Jadi gimana dong kalo sudah dibilang WTP tapi tetep ada temuan berindikasi penyimpangan itu?!” ucap Gilang.

“Secara teknisnya mbak nggak paham, dek! Tapi itu faktanya pada setiap tahunnya! Apapun juga, selayaknya kita patut bangga dengan diraihnya WTP oleh pemprov dan beberapa kabupaten dan kota sekarang ini, dek!”

“Soal temuan yang berindikasi adanya penyimpangan jadi gimana, mbak?!”

“Biar pihak terkait aja yang menindaklanjuti, dek! Kita warga yang awam ini kan taunya dengan diraihnya WTP berarti lajunya pemerintahan dalam penggunaan keuangannya sudah baik! Soal masih adanya realita karut marut dalam praktiknya, ya kita juga sebenernya tau! Cuma ya itulah pemerintahan kita, baru sebatas merebut gengsi saja dan menutup-nutupi kelemahan yang ada, yang ironisnya kelemahan kebijakan itulah yang selama ini ditelan oleh rakyatnya!” kata Dinda lagi. (ยค)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *