13 views

Skandal Ronaldo

“MBAK, Christiano Ronaldo kayaknya mau pindah dari Real Madrid lo! Kalo kejadian, kualitas permainan klub terkaya di dunia itu bakal menurun! Makin susah nyaingi Barcelona!” kata Gilang saat bersama Dinda duduk di gazebo menunggu bedug maghrib.

“Lho, kenapa dek? Bukannya masih lama kontraknya dengan Real Madrid selesai?!” ujar Dinda.

“Dia lagi diributin sama otoritas perpajakan di Spanyol, mbak! Dibilang kalo dia ngelanggar pembayaran pajak! Itu yang akhirnya buat dia ngerasa nggak nyaman lagi bermain di Real Madrid, mbak!”

“Oh gitu to, dek? Emangnya Ronaldo nggak bayar pajak tah?!”

“Kalo penjelasannya sih ya tetep bayarlah, mbak! Karena itu dia ngerasa kalo kehadirannya di Spanyol sudah nggak nyaman lagi! Sampe sudah berpikir buat hengkang aja! Toh banyak klub besar lainnya yang dipastikan siap menampungnya!”

“Ya kalo gitu nggak ada masalah dong, dek! Toh bukan klubnya yang sudah nggak mau pake dia lagi! Tapi urusan lain yang nggak ada kaitannya dengan klub Real Madrid!”

“Memang dengan klub nggak ada masalah, mbak! Ronaldo enjoy-enjoy aja dengan suasana di klubnya! Tapi kan adanya gangguan soal isu melanggar kewajiban membayar pajak itu jadi ngebuatnya nggak nyaman! Personalitinya sebagai pemain terhebat di dunia pun bisa rusak oleh isu itu!”

“Mestinya ya diklarifikasi aja ya, dek! Nggak perlulah sampai mutung kayak gitu! Lagian kan isu soal pajak itu juga pernah melanda beberapa pemain di Spanyol, termasuk Messi! Kenyataannya kan walo Messi divonis penjara 2 tahunan, dia enjoy aja! Keliatannya secara mental lebih kuat Messi dibanding Ronaldo lo!”

“Ini bukan soal siapa yang mentalnya kuat, mbak! Tapi soal dihargai nggaknya atas apa yang sudah dilakukan! Ronaldo keliatan marah dan akhirnya berpikir mau pindah dari Real Madrid itu bisa saja karena dia emang yakin nggak ada pelanggaran perpajakan seperti yang diisukan! Sesuatu yang membuatnya jadi ngerasa nggak nyaman lagi bertahan main di daratan Spanyol! Hal-hal kayak gini sering dialami banyak orang kok, mbak!” kata Gilang.

“Maksudnya gimana, dek?!”

“Ya banyak aja kejadian, hal-hal yang secara langsung tidak terkait dengan profesi atau jabatan, bisa membuat seseorang meradang dan akhirnya mutung, mbak! Misalnya, karena seseorang merasa tidak dilibatkan dalam hal-hal yang sebenernya sesuai kapasitas jabatannya harus dilibatkan, bisa aja dia akhirnya mutung! Dia milih jadi penonton aja!” urai Gilang.

“Sebenernya ya nggak bisa gitulah, dek! Itu nggak profesional namanya, kalo cuma ngerasa nggak nyaman karena hal-hal diluar urusan profesionalitas terus berpikir untuk hengkang!” kata Dinda.

“Mbak, menjaga kenyamanan dalam menjalankan profesi, menjalankan amanah itu sangat penting! Kayak Ronaldo itu, karena merasa klubnya nggak bisa membentengi kenyamanannya maka dia berpikir buat pindah! Itu manusiawi aja kok! Dan hal semacam itu bisa terjadi sama siapa aja! Bisa juga nanti kejadian serupa tapi tak sama akan mbak alami juga lo!”

“Tapi kalo ditinggal pindah, mutung atau malah jadi penonton aja, kan rugi sendiri, dek?!”

“Soal untung atau rugi itu hanya pribadi masing-masing yang tau, mbak! Dan tolok ukurnya bukan materi, melainkan kenyamanan perasaan! Nggak bakal ada orang lain yang bisa ngukurnya! Yang nggak enak itu kan kalo akhirnya terpaku pada satu sikap; sampai dimana dia bisa bertahan! Kalo sudah sampe dititik ini yang jadi ukurannya, seseorang bisa saja melakukan hal-hal yang diluar dugaan! Skandal Ronaldo itu hendaknya bisa jadi pembelajaran buat kita semua! Terlepas apakah nantinya dia jadi hengkang dari Real Madrid atau tidak!” kata Gilang seraya beranjak dari gazebo untuk buka puasa karena suara adzan maghrib sudah terdengar. (ยค)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *