6 views

Dinilai Tidak Fair, Satu Peserta Panwaskab Memilih WO

HARIANFOKUS. com – Salah satu anggota peserta Panwaskab asal Tanggamus, Saridian memilih meninggalkan tempat (walk out) dari tempat digelarnnya tes tertulis di GSG Fakultas Syariah UIN Bandarlampung, Senin 10 Juli 2017.

Dian sebelumnya mempertanyakan kepada Bawaslu dan Timsel terkait alasan dilaksanakannya tes sistem manual bukan sistem CAT (computer assited test) yang sebelumnya diputuskan oleh Bawaslu RI.

Menurut Dian, tes yang dilakukan secara manual akan mudah terjadinya kecurangan alias tidak fair.

“Itukan (sistem CAT) merupakan keputusan Bawaslu RI bahwa tes akan dilakukan dengan sistem CAT, bukan secara manual. Saya mendaftar Panwas karena sistem CAT, kalau diralat oleh Bawaslu RI kenapa tidak diberitahukan. Tesnya terlalu dipaksakan sehingga hasilnya nanti tidak akan fair, ” kata dia usai memberikan kartu tanda pesertanya kepada Bawaslu dan Timsel seraya meninggalkan ruangan.

Sementara, Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah dalam penjelasannya mengatakan, alasan tidak jadinya tes dengan sistem CAT karena dinilai Bawaslu RI belum memadai.

“Sesuai hasil inventarisasi Bawaslu RI se Indonesia maka diputuskan tes untuk Panwas kab/kota se – Indonesia digelar secara manual bukan sistem CAT. Jadi, kalau ingin merasakan sistem CAT silahkan mendaftar Bawaslu nantinya, ” ucap Khoir.

Perlu diketahui sebanyak 382 peserta lolos verifikasi berkas dan mengikuti tes tertulis. Tim sel nantinya akan mengumumkan hasil tes tertulis paling cepat besok (11/7) di website Bawaslu Lampung.

“Timsel nantinya akan mengkerucutkan peserta masing-masing kabupaten/kota minimal 12 – 24 peserta tergantung jumlah pendaftar dimasing-masing wilayah. Misalnya di Bandarlampung ada banyak peserta yang mendaftar bisa saja kita loloskan lebih dari 12 peserta,” ujar Darmawan Purba. (win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *