2 views

Panwas Incumbent Disarankan Tidak Menjadi Prioritas

HARIANFOKUS. com – Rekrutmen Panwas Kabupaten/Kota se Provinsi Lampung yang sudah masuk tahap tanggapan masyarakat dan tes wawancara mendapat perhatian dari sejumlah kalangan. Panwas incumbent yang mayoritas lulus tes tertulis diharapkan tidak menjadi prioritas keterpilihannya dibandingkan dengan calon baru.

Menurut Pakar Hukum Unila Yusdianto, panwas incumbent selama menjalankan tugasnya tidak memiliki prestasi apa-apa.

“Yang benar calon incumbent tidak boleh diberi prioritas, terlebih tidak memiliki prestasi apa-apa. Buat apa mempertahankan incumbent sementara mereka mandul dulu kinerja,” kata dia, Kamis (13/7) malam.

Kemandulan panwas incumbent sambung dia, harus menjadi perhatian khusus bagi timsel (tim seleksi) seperti mempertanyakan capaian kinerja mereka.

“Jika motif cuma untuk mencari kerja atau memperlemah panwas dari awal mending timsel membatalkan keikutsertaan mereka,” ujarnya.

Lampung yang akan menggelar pilgub pada 2018 mendatang bersamaan dengan Pilkada di Tanggamus dan Lampung Utara, dipastikan beban panwas akan lebih berat. Untuk itu diharapkan panwas yang nantinya lulus benar-benar memiliki integritas yang tinggi.

“Beban panwas kedepan lebih berat ketimbang sekarang. Tuk itu timsel harus mampu mencari panwas yang punya kapasitas dan kapabilitas yang jelas,” sarannya.

Sementara, diketahui timsel sudah mengumumkan 12 besar calon anaggota panwas yang lulus tes tertulis. Kemudian peserta akan mengikuti tes wawancara pada 15-19 Juli di Hotel Bukit Randu, Bandarlampung. Timsel mengharapkan peran masyarakat untuk memberikan tanggapan tertulis kepada peserta seperti apakah peserta tergabung dalam partai politik.(win)

Bagikan berita ini:

Satu tanggapan untuk “Panwas Incumbent Disarankan Tidak Menjadi Prioritas

  • 18 Agustus 2017 pada 05:28
    Permalink

    G smua incumban panwas buruk tdk bs di pukul rata.kalian kan tdk tau kinerja yg sbner nya apa yg tjd pd masing2 person baru boleh bilang incumben di copot smua.klo ada yg bgus knpa tdk ..dan apakah yg bru lbih mampu lbih baik yg jlas blum teruji dan blum tentu klo sdh nyangkut masalah person sudara2.jd jgn bicara jika tdk tau data..itu nm nya evaluasi kaca mata diri sendiri dan praduga tampa data konkrit.knpa kalian tdk bhas keterwakilan perempuan ditiap kabupaten klo hak gender 30 persen itu ada sdah mnim sdm perempuan mnim yg tau dnia pengawas mnim yg mau ikut ber peran serta dan minim jg supot nya masyarakat utama ny sesama kaum perempuan.krn pmilu itu melibat kan perempuan utk milih utk ikut suksesi kan trus pd kmna dlm hal ni ?kmana para perempuan yg pduli dg perempuan.yg kata nya organisasi perempuan wadah nya perempuan pd kmna ya???

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *