26 views

Menyeleksi Hiburan

GILANG terheran-heran ketika mendengar Dinda ngotot pengen nonton konser band asal Korea di Singapura.

“Ngapain sih cuma sekadar buat nonton konser aja sampai ke Singapura sih, mbak? Biayanya kan nggak murah! Lagian nggak mungkin mbak berangkat dan nonton sendirian!” ujar Gilang saat Dinda keukeuh dengan keinginannya itu.

“Mbak pengen bener nonton konser band itu, dek? Kan band-nya lagi jadi idola kaum muda sedunia!” kata Dinda.

“Tunggu aj sih, ntar juga kan konser di Indonesia! Ngapain jauh-jauh sampe ke luar negeri!”

“Band Harry Styles itu lagi ngetop-ngetopnya lo, dek! Kita kan perlu ikuti perkembangannya saat sesuatu itu sedang hits-hitsnya!”

“Tapi ya nggak mesti kesannya sampe maksain dirilah, mbak?! Kalo sekadar buat nontonnya aja harus di luar negeri, itu sudah kelewatan!”

“Hiburan kan perlu sih, dek! Dan untuk menghibur diri itu kadang nggak perlu kita pake itung-itungan dana dan waktunya!” sela Dinda.

“Mbak nggak salah, cuma buat kita, untuk mencari hiburan itu ya harus selektiflah! Tetep harus ngukur biayanya, waktunya dan lain-lainnya juga, mbak! Jangan karena mengejar pengen dapet hiburan terus kita lupa diri! Itu malah salah kaprah namanya!” kata Gilang.

“Mbak sudah selektif lo milih cari hiburannya, dek! Cuma pengen nonton konser band itu aja!”

“Itu kan selektif versi mbak! Dan apa yang mbak anggep sudah selektif itu, masih nggak masuk akal adek! Lagian, yang mereka nyanyiin juga kan kita nggak nyambung!”

“Ya ngertilah, dek! Mereka kan juga nyanyinya pake Bahasa Inggris! Mbak pahamlah!”

“Paling juga satu dua lagu doang yang berbahasa Inggris! Lainnya kan belum tentu kita ngerti, mbak! Asal mbak tau aja ya, sekarang ini banyak orang asal nonton kalo ada hiburan, tapi sebenernya nggak mudeng sama yang dipentasin!” ucap Gilang.

“Maksudnya apa, dek?!”

“Iya, sekarang ini banyak orang rame-rame datang ke lapangan di kampung kalo ada hiburan! Tapi sebenernya mereka nggak nyambung!”

“Misalnya apa, dek?!” tanya Dinda.

“Konkretnya aja ini ya, mbak?! Kan belakangan lagi ada yang rajin kasih hiburan ke masyarakat di berbagai wilayah! Acaranya wayangan semalam suntuk!!”

“Iya, mbak tau itu, dek! Terus kenapa?” sela Dinda.

“Mbak tau nggak, niatnya kan wayangan itu buat ngenalin sang tokoh yang lagi digadang-gadang mau dipentasin di pilgub mendatang! Tapi tau nggak apa cerita pewayangan yang dimainkan dalangnya!” kata Gilang.

“Emang apa, dek?!”

“Hampir di beberapa kesempatan, entah sengaja, entah nggak, kok dalangnya malah ngelus-ngelus raja yang sekarang! Bukannya dandani tokoh yang lagi digadang-gadang!”

“Iya tah, dek? Kata siapa?!”

“Kata banyak orang yang ngerti bener hiburan wayang, mbak! Dan mereka emang nonton di beberapa pentasnya! Kalo adek sendiri ya nggak pernah nonton!”

“Oh gitu to, dek? Kok bisa ya dek? Sudah kasih hiburan ke banyak orang, malah yang dielus orang lain!” ujar Dinda sambil geleng-gelengkan kepalanya.

“Ya gitu kata beberapa orang yang pernah nonton, adek nggak tau kepastiannya, mbak! Katanya sih, emang banyak yang nggak sadar kalo alur ceritanya kayak gitu! Sebab, mayoritas yang nongkrong di acara itu kan emang nggak ngerti dunia pewayangan! Jadi, untuk urusan hiburan, bukan cuma perlu nyeleksi apa yang layak ditonton tapi juga paham bener dengan langgam dari penghiburnya!” tutur Gilang, senyum-senyum. (ยค)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *