0 views

Kanan Atau Kiri

SUDAH dua hari ini Dinda tampak berpikir keras. Berkali-kali tampak dia sedang menimbang sesuatu dengan serius.

“Apa sih yang lagi jadi beban pikiran, mbak? Boleh nggak berbagi cerita sama adek?!” tanya Gilang dengan hati-hati.

“Mbak emang lagi mikir keras ni, dek! Mbak harus ambil sikap nantinya; kanan atau kiri!” ucap Dinda.

“Maksudnya, mbak..?!”

“Gini lo, dek! Mbak kan ngewakili kelas ikut seleksi tim olimpiade! Mbak sih sregnya ke pelajaran-pelajaran IPS! Mbak ngerasa kalo mata pelajarannya bisa mbak pelajari dengan cepat! Mbak juga optimis! Tapi sama pembimbing, mbak diarahin ke pelajaran IPA! Jadi mbak bingung sendiri sekarang ini, dek?!” urai Dinda.

“Oh, itu to yang dimaksud kanan atau kiri itu, mbak! Kirain apaan! Mbak tanya nggak ke pembimbing kenapa diarahin ke pelajaran IPA padahal mbak nguasai IPS?!” ujar Gilang.

“Ya mbak tanyalah, dek! Bahkan kami diskusi lama untuk ngebahas arahan itu! Menurut pembimbing, sebenernya mbak lebih mudah nguasai pelajaran-pelajaran IPA, cuma selama ini mbak nggak pernah tertarik untuk mempelajarinya! Jadi mbak nggak maksimal di IPA!”

“Terus, mbak…?!”

“Ya karena arahan pembimbing, akhirnya mbak ikutin, dek! Mbak belajar fisika, biologi dan pelajaran IPA lainnya!”

“Yang mbak rasain gimana setelah itu?!”

“Biasa aja sih, dek! Emang lebih sulit dari mempelajari ilmu-ilmu IPS! Jadi kalo mbak sudah bete baca-baca pelajaran fisika atau biologi misalnya, mbak baca buku sejarah, civic dan pelajaran IPS! Mbak cairin lagi otak yang butek dengan ngebaca pelajaran yang mbak sukai!” kata Dinda.

“Bagus dong berarti! Mbak sudah bisa nemuin kiat-kiatnya! Ikuti arahan pembimbing itu nggak salah, mbak! Karena nggak bakal dia ngejeblosin, mbak! Kalo gitu ya konsentrasi aja ke IPA, mbak! Jangan lagi membiarkan pikiran dibawah alam sadar untuk terus berputar dalam siklus; kanan atau kiri!” tutur Gilang.

“Kan nggak semudah itu, dek! Mbak kan sejak kecil emang sudah suka dengan pelajaran-pelajaran IPS! Mendadak pas mau ikut tes olimpiade harus berubah ke IPA! Bukan soal belajarnya aja ini mah, dek! Tapi kesiapan pikiran, otak, perasaan dan semangat mbak kan harus juga bisa disatukan! Jadi emang nggak mudah ternyata menentukan pilihan itu ya, dek!”

“Bener, emang nggak mudah nentuin pilihan atau sikap itu, mbak! Bisa saja dengan berbagai pertimbangan, kita punya arahan ke satu pilihan! Tapi belum tentu hati kita sreg! Hal seperti yang mbak alami ini juga sedang banyak jadi beban pikiran para tokoh yang mau maju pilkada kok, mbak!”

“Oh gitu ya, dek! Kok urusan pilkada bisa masuk kategori mikirin; kanan atau kiri, sih dek?!” tanya Dinda.

“Ya pasti kalo itu mah, mbak! Bagi yang niat maju jadi gubernur misalnya, dia kan harus nimbang-nimbang semua usulan soal siapa calon wakilnya! Semua partai yang nyatain dukungan kan pasti ajuin nama calon, mbak! Ini aja sudah pasti buat pusing! Βelum lagi kalo persyaratan dukungan untuk jadi calon aja belum cukup, kan nambah beban pusingnya! Termasuk kalo mendadak terjadi ‘insiden politik’, yang niatnya maju ke gubernur mesti bergeser ke wakil gubernur?! Gitu-gitukan nambah pikiran dan yang pasti ya memusingkanlah, mbak!” sahut Gilang.

“Oh iya juga ya, dek? Jadi banyak juga ternyata yang masih berkutat kayak mbak ya; kanan atau kiri! Terus gimana bagusnya, dek?!”

“Sebaiknya, dalam perjuangan itu pasang target maksimal dan minimal, mbak! Sesuai arahan pembimbing, target maksimal mbak lolos seleksi olimpiade dari pelajaran IPA! Jadi seriusin bener belajarnya secara spesifik! Di sisi lain, mbak juga harus tetep belajar pelajaran IPS, ini target minimalnya! Nah, di dunia politik, terkait pilkada, hanya tokoh terlatih saja yang mampu memainkan pola itu! Dan sebenernya, keduanya adalah satu kesatuan, pasangan! Hanya sekadar sebutan aja; kanan atau kiri! Gitu lo, mbak! Jadi, mbak nggak usah capek-capek mikirinnya! Konsentrasi aja belajar sesuai arahan pembimbing sekaligus tetep buka-buka pelajaran yang mbak sukai!” kata Gilang sambil memeluk Dinda dengan hangatnya. (¤)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *