Bapepeda Gelar Rakor TKPK

HARIANFOKUS.com – Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPK) sekaligus Sosialisasi Dan Pelatihan Pemanfaatan Basis Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin di Kabupaten Lambar Tahun 2017 yang di selenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda ) Kabupaten Lambar di Ruang Rapat Kagungan Pemkab Lambar, Rabu ( 23/08)

Acara tersebut di hadiri oleh Wakil Bupati Lambar selaku Ketua TKPK Daerah Drs. Makmur Azhari , Asisten Bupati, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD Pemkab LAmbar, Pemateri dari Secretariat Nasional TNP2K  Bambang Darsono, Kepala Kantor BPS Kabupaten Lambar, Camat, serta Undangan Lainnya.

Dalam laporannya ketua pelaksana Kegiatan Rapat koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPK) sekaligus Sosialisasi Dan Pelatihan Pemanfaatan Basis Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin Kabupaten Lambar Ir. Okmal M.Si menyampaikan tujuan untuk memberikan masukan mengenai kebutuhan penggunaan data di daerah (Bappeda dan OPD pelaksana Program).

Menjadi rekomendasi untuk perbaikan proses pemenuhan permohonan data yang ada di UPS- PBDT, meningkatkan pemahaman pejabat pengambil keputusan didaerah mengenai data terpadu PPFM (dan Terutama pentingnya unifikasi sasaran program perlindungan social) dan meningkatkan kemampuan staf teknis pengelola data di OPD-OPD pelaksana program dalam memanfaatkan data sasaran program.

Selanjutnya kegiatan yang di laksanakan selama 2 hari ini (23-24 Agustus 2017 )  sebanyak 120 peserta yang berasal dari Pejabat eselon II di lingkup Pemkab lambar 35 orang sebagai undangan, pejabat yang membidangi program perlindungan social penanggulangan kemiskinan dan kasubag perencanaan di 27 OPD sebanyak 54 orang, camat se lambar dan kasi kesra masing-masing kecamatan.Wakil Bupati Lampung Barat Drs. Makmur Azhari dalam sambutnya berharap dari sosialisasi ini dapat tersusunya rekomendasi dan atau perbaikan aspek teknis dalam peneydiaan data bagi pokja data terpadu program penanganan fakir miskin. Seluruh OPD pelaksana program penanganan fakir miskin sebagai sasaran program dan bagi para staf pengelola data memiliki keterampilan menganalisa dan menggunakan data terpadu program penanganan fakir miskin secara baik.(wir/wan)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *