7 views

Memainkan Gaya ‘Bus Parkir’

MENGHADAPI pertandingan final futsal antar sekolah dasar se-Kota Bandar Lampung, besok sore, Gilang tampak serius menyiapkan dirinya. Termasuk strategi yang akan dimainkan timnya.

“Nggak usah serius-serius amat mikirin tanding final besok, dek! Dibawa nyantai aja!” ucap Dinda melihat Gilang yang karena keseriusannya menjadi tampak tegang.

“Ya harus serius dong, mbak! Besok itu kan pertandingan final! Jadi semuanya mesti disiapin dengan sebaik-baiknya!” kata Gilang.

“Nggak salah emang, harus nyiapin diri sebaik-baiknya, dek! Jaga fisik dan mental bertanding! Tapi nggak harus jadi tegang gitulah!”

“Yang namanya pertandingan final itu pasti ngebuat teganglah, mbak!” sela Gilang.

“Bagi yang nggak bisa ngendaliin diri ya tegang, dek! Padahal justru dengan ketidakmampuan mengendalikan situasi itu akan menguras tenaga dan pikiran sebelum bertanding! Jadi adek bawa enjoy aja, nyantai-nyantai aja! Santai tapi serius!”

“Ngomong emang enak, mbak! Adek yang ngejalaninnya kan beda! Apalagi, adek kan mesti mikirin taktik yang mau dipakai waktu tanding final besok!”

“Lho, emangnya pelatih kemana, kok adek harus nyiapin strateginya?!” tanya Dinda.

“Pelatih lagi ada urusan penting di luar kota! Sebagai kapten tim, adek kan punya tanggung jawab nyiapin taktiknya, mbak! Walo ya nanti tetep dikonsultasiin dengan pelatih melalui telepon!” kata Gilang.

“Oh gitu to, dek! Adek sudah punya rekam jejak tim yang mau dihadapi di final apa belum?!”

“Sudah, mbak! Ada tiga video saat mereka bertanding yang sudah adek tonton dan pahami! Adek sudah punya catatan-catatannya!”

“Gimana gaya main tim calon lawan itu?!” sela Dinda.

“Bagus, mbak! Secara personal, bagus-bagus! Kerja sama tim juga oke banget! Sulit nembus pertahanan mereka! Bahkan, sampai masuk final, sekali pun gawangnya belum pernah kebobolan! Malah sudah mengemas 15 gol! Ini tim benar-benar solid, mbak!” urai Gilang.

“Wah, berat bener lawan adek ini ya? Terus taktik apa yang nurut adek mau diterapin buat ngeredam kekuatan lawan?!”

“Ya itulah yang ngebuat adek jadi tegang gini, mbak! Karena belum kebayang sama sekali!”

“Kalo nurut mbak, tim adek mainin gaya ‘bus parkir’ aja!” ujar Dinda.

“Maksudnya, mbak…??” tanya Gilang.

“Tim adek konsen ke pertahanan aja! Total hanya bertahan! Begitu ada kesempatan, lakukan serangan dengan kejutan-kejutan!” kata Dinda.

“Kalo bertahan doang, gimana mau menang, mbak?!”

“Adek kan bilang, pemain lawan hebat-hebat! Jago ngegolin! Pertahanan juga kuat! Jadi lebih bagus, buat tim penyerang mereka frustrasi karena nggak bisa-bisa ngegolin ke gawang tim adek karena rapatnya pertahanan! Kuras habis tenaga mereka! Buat mereka kehilangan akal untuk bisa nerobos pertahanan tim adek! Kalo sudah dalam kondisi begitu, lakukan serangan cepat! Buat tim lawan terkejut-kejut dengan gerakan cepat dalam penyerangan!” urai Dinda.

“Emang bisa gitu, mbak?!”

“Ya bisalah, dek! Dalam menghadapi pertandingan apapun itu, yang pertama perlu diketahui adalah kekuatan dan kelemahan lawan! Kalo kalkulasi nilai kekuatannya 40 misalnya, catat besar-besar kalo kekuatan lawan itu 70!”

“Kok gitu, mbak…?!” sela Gilang.

“Agar kita tak menganggap remeh lawan, dek! Agar kita punya tambahan tekad dan semangat! Sebab, seapik apapun strategi, sekali kita menganggap lawan remeh -walo emang sebenernya remeh sekalipun- akan membuat kita terlena dan akhirnya tidak sungguh-sungguh dalam permainan! Yang adek perlu tau, sehebat apapun kita, sekuat apapun kita, saat kita merasa paling super, pada saat itulah kita akan terbius dalam suasana penuh ketidakmenentuan! Dan pada situasi yang tidak menentu itulah akan hadir kegalauan, ketidakpercayaan dan hal-hal negatif lainnya yang merusak semangat tim menghadapi pertandingan!” tutur Dinda. (¤)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *