Asrama Mahasiswa Lampung di Bandung Porak Poranda

HARIANFOKUS.com – Hujan badai disertai angin kencang melanda Kota Bandung, Sabtu (7/10) sekitar pukul 13.00 – 14.30 WIN siang hari ini. Puluhan pohon tumbang, dan merusak beragam fasilitas disekitarnya.

Salah satunya rusaknya Asrama Mahasiswa Lampung-Bandung yang merupakan aset Pemprov Lampung, juga sebagai sekretariat masyarakat Lampung perantau di Jawa Barat yaitu Lampung Sebuai dan organisasi pelajar dan mahasiswa (Forpemal) di jalan Hasanuddin No. 14, Bandung, juga terkena dampak badai tersebut.

Angin yang menumbangkan pohon hingga menimpa kabel listrik dan atap hingga rusak berat membuat seluruh bangunan didalamnya porak poranda dan mengakibatkan rusaknya jaringan listrik, tv, alat musik kebudayaan hingga kursi dan meja akibat hancurnya bagian atap.

Karena banyaknya pohon tumbang, lalu lintas di kawasan tersebut mengalami kemacetan. Hingga saat ini, belum jelas berapa kerugian namun Ketua Lampung Sebuai, Taspen Effendi menaksir kerugian sekitar puluhan hingga ratusan juta rupiah. Ia menghimbau sekjend Syafrial beserta pengurus lainnya untuk cepat tanggap membantu adik-adik yang berada di asrama.

Forpemal (Forum Pelajar & Mahasiswa Lampung) yang diketuai Adi Hidayattuloh telah melakukan komunikasi dan kordinasi dengan pihak terkait salah satunya Badan Penghubung dan Sekjend Lampung Sebuai, Syafrial untuk cepat tanggap menurunkan bantuan.

“Alhamdulillah, setelah dihubungi Ketua Badan Penghubung di Jakarta dan Lampung Sebuai cepat tanggap untuk segera diperbaiki dan mencarikan tukang dan pembiayaan akan dibantu dari pihak pemda Lampung,” ungkap alumni FH Unpad tersebut.

Ketua Asrama Mahasiswa Lampung-Bandung yang saat ini dijabat M. Husaini yang sedang menempuh kuliah di ITB menyatakan bahwa, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, dan bersyukur pihak pemadam kebakaran Kota Bandung dan pihak kepolisian cepat tanggap dan bertindak.

Husaini juga berharap pemprov segera membantu, agar tidak menggangu mahasiswa yang tinggal dan masyarakat Lampung yang memanfaatkan asrama sebagai tempat berkumpul.

Imam Ghazali, penghuni asrama dan juga mhswa ITB, menjelaskan bahwa kondisi pepohonan disekitar asrama memang mengkhawatirkan, pihak asrama sudah menyurati Dinas Pertamanan Kota Bandung, untuk menebang pohon-pohon yang sudah tua, namun belum ada tanggapan, hingga akhirny pohon tumbang terlebih dahulu sebelum ditebang.

“Sekiranya Pemkot Bandung khususnya dinas terkait cepat tanggap agar kejadian serupa tidak terulang lagi” pungkasnya. (win/HF)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *