Menghidupi Tim

“NGAPA sih ngelamun terus, dek? Lagi ada masalah ya?!” tanya Dinda pada Gilang yang tampak tengah termenung di teras belakang sambil memandangi atap rumah tetangga.

“Lagi cari inspirasi, mbak! Bukan ngelamun!” sahut Gilang yang terkejut dengan sapaan Dinda.

“Cari inspirasi dengan ngelamun itu beda-beda tipis lo, dek?!”

“Emang apa bedanya?” tanya Gilang.

“Kalo cari inspirasi itu alam pikir kita terfokus pada satu titik! Kalo ngelamun, pikiran kita kemana-mana!” jawab Dinda.

“Adek kan terfokus, mbak! Nggak kemana-mana alam pikiran adek?!”

“Itu kan kata adek! Yang mbak liat nggak gitu! Mbak kan dari tadi merhatiin adek! Sesekali adek berdiri! Mandangin kesana-sini! Atep-atep rumah tetangga yang keliatan, adek sapu dengan pandangan! Itu nunjukin adek nggak fokus! Artinya, adek lebih kepada ngelamun ketimbang cari inspirasi!”

“Nggak gitu juga kali, mbak! Apa yang keliatan secara lahiriyah atau gerak tubuh, tak selalu identik dengan apa yang sedang dipikirkan seseorang! Karena itu, ilmu psikologi itu terus berkembang, mbak! Seiring dengan tingkat fenomena kehidupan masyarakat!”

“Ya terserahlah soal itu mah, dek! Kalo emang adek lagi cari inspirasi, apa yang sedang jadi masalahnya?!” sela Dinda.

“Gini lo, mbak! Tim adek kan dapet undangan ikut turnamen memeriahkan Hari Pahlawan bulan depan! Kami semua; mulai pelatih sampai pemain, sepakat buat ikut! Cuma ada kendalanya, mbak!”

“Apa emang kendalanya?!”

“Mulai dari biaya pendaftaran sampai ke seragam tim, nggak ada dananya! Kami modal semangat aja!” aku Gilang.

“Oh gitu, terus apa langkahnya, dek? Apa kata pelatih?!”

“Justru langkahnya itu yang lagi adek pikirin ini, mbak! Gimana bagusnya! Kalo pelatih mah nyerahin ke kami para pemain aja!”

“Mbak kasih saran ya, dek? Gimana kalo para pemain tim adek aja yang improvisasi dengan jadi pemain bayaran di tim-tim lain! Kan banyak itu pertandingan persahabatan sekarang ini! Gimana caranya temen-temen adek bisa masuk dan ikut main di tim lain! Kan ada bayarannya, lumayankan buat modal ngidupin tim adek!” ucap Dinda.

“Gitu ya, mbak? Tapi apa mau temen-temen adek jadi pemain bayaran di tim lain? Lagian, pelatih belum tentu setuju lo, mbak?” kata Gilang.

“Ya adek yang harus ngeyakinin temen-temen di tim! Kalo inilah cara ita dapet dana buat ngidupin tim ini! Ajak masing-masing mereka dekati dan masuk tim lain dulu! Sampaikan ke pelatih tentang taktik ini dan hasil yang mau dicapai! Mbak yakin, pelatih juga paham kok, dek!”

“Adek takut nanti temen-temen kebablasan, mbak! Pas mau tanding di Hari Pahlawan masih terikat main dengan tim lain? Kan malah celaka?!” sela Gilang.

“Makanya diomongin baik-baik, dek! Transparan aja! Kasih tau taktik ini sekadar buat ngidupin tim! Targetnya tetep bisa tampil di turnamen Hari Pahlawan dengan kostum baru! Selain itu, temen-temen adek juga jadi lebih tau gimana kekuatan tim-tim lain!”

“Bener juga ya, mbak? Segera adek adain pertemuan aja dengan temen-temen ya? Nyebar mereka ke tim-tim lain dengan target bisa ngidupin tim kami untuk tampil maksimal di turnamen Hari Pahlawan nanti!” kata Gilang dengan wajah sumringah.

“Iya, segera aja kordinasiin dengan temen-temen adek! Gaya main buat ngidupin tim kayak gini sebenernya sudah berjalan di dunia politik, dek! Cuma yang ketumpangan belum tentu sadar!” ujar Dinda sambil tersenyum.

“Oh gitu ya, mbak? Jadi sebenernya, banyak juga ya pemain-pemain tim lain yang numpang main di tim tertentu buat ngidupin timnya sendiri selain buat tau kekuatan tim lawan ya?!”

“Ya banyaklah, dek! Cuma kan nggak semua bisa dibaca! Pemain-pemain susupan itu saat ini lagi jadi pemain andalan di tim tumpangan, sampai pada waktunya mereka akan berbalik! Kembali ke tim asalnya!”

“Pemain susupan itu banyak mainnya sekarang dimana, mbak?!”

“Yang sudah pasti, ya di tim yang sedang semangat-semangatnya untuk jadi juara, dek! Kalo tim sang juara, nyantai-nyantai aja! Karena pemainnya sudah teruji integritas, dedikasi dan loyalitasnya, dek! Mau main dimanapun mereka saat ini, mereka tau kapan harus kembali memperkuat timnya sendiri!” beber Dinda. (ยค)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *