20 views

Pembaiatan Mustafa Mengaku Tidak Senghaja

HARIANFOKUS.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung akhirnya melakukan sidang klarifikasi terhadap dugaan pelanggaran video sumpah atau bait yang dilakukan oleh aparatur sipil negara (ASN) Lampung Tengah.

Berdasarkan data yang dihimpun pembaiatan untuk memenangkan Mustafa pada Pilgub Lampung 2018 mendatang diduga dilakukan oleh Kepala Dinas Perizinan Rosidi (saat ini menjabat Kepala Dinas Pendidikan Lampung Tengah), Teni Candra (Lurah Bandar Jaya Barat), Kepala Lingkungan II Bandarjaya Barat Syamsuddin dan Ketua RT 02 LK II Bandarjaya Barat Herman.

Sidang dugaan pelanggaran dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah didampingi Iskardo P Panggar, dan Adek Asy’ari di Kantor Bawaslu Lampung, Rabu (18/10) siang.

Teni Candra disela-sela kkarifikasi mengatakan, bahwa pembaiatan dilakukan sekitar Bulan Agustus tahun ini. Ketika itu dirinya diminta oleh Camat Terabanggi Besar Supri untuk menyiapkan tempat dan warga tentang adanya program perizinan usaha gratis menengah kebawah milik Bupati Lampung Tengah.

“Saya lupa tanggalnya, namun ketika itu saya ditelp untuk memfasilitasi sosialisasi program itu. Dan saya koordinasi dengan Kepala Lingkungan dan Ketua RT untuk mengumpulkan warga,” ceritanya.

Ketika usai proses sosialisasi perizinan, lanjut cerita Teni, warga mengaku senang dan mensupport program Bupati.

“Tiba-tiba ada selentingan dari pak Rosidi bahwa Bandarjaya aja kalah waktu Pilbup (pemilihan bupati) waktu itu, maka spontan warga melakukan disumpah untuk memenangkan Mustafa, jadi salahnya dimana? Kan belum ditetapkan calon dan tidak ada unsur kesenghajaan,” kilahnya.

Teni juga mengaku tidak ada perintah dari Mustafa untuk melakukan pembaiatan warga. Bahkan dirinya sudah dipanggil Mustafa untuk diminta klarifikasi atas kejadian tersebut.

“Saya sudah menghadap pak Bupati, dan beliau memarahi saya, dan saya bilang tidak senghaja atau spontan saja. Habis dari itu saya tidak pernah bertemu lagi dengan beliau,” ujarnya.

Sidang klarifikasi ini dilakukan secara tertutup dan menampilkan video pembaitan, awak media hanya diizinkan mengambil gambar sebelum sidang dimulai. Para terduga pelaku melakukan klarifikasi secara bergantian, namun hingga berita ini diturunkan Kadis Pendidikan Lampung Tengah Rosidi belum hadir.(win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *