24 views

Hikayat Ikan Hiu dan Buaya

CUKUP lama Gilang berdiri sambil memandangi arus deras Sungai Tulangbawang. Ia tampak menikmati aliran air yang bergerak tanpa henti itu.

“Sudah lagi, dek! Kayak nggak bakal main kesini lagi aja! Ini sudah sore, kita mau pulang lagi!” tegur Dinda.

“Sebentar sih, mbak! Adek lagi merhatiin gerakan diantara arus air itu lo! Kayaknya ada buaya disana!” sahut Gilang sambil matanya terus terarah ke sungai.

“Kalo di sungai sebesar ini ada buayanya, ya nggak anehlah, dek! Lagian emang dikenal di Sungai Tulangbawang ini sampai sekarang masih banyak buayanya! Jadi ya biasa-biasa ajalah!”

“Jadi sudah biasa ya mbak sungai yang banyak digunain warga ini masih banyak buayanya?!” ucap Gilang.

“Ya, biasalah, dek! Bagi warga disini, melihat buaya seliweran di sungai itu sudah menjadi sesuatu yang nggak menarik dan aneh lagi! Malahan menjadi aneh kalo nggak liat buaya seliweran dalam sepekan!” kata Dinda.

“Kalo mendadak ada ikan hiu disini kali baru aneh ya, mbak?!”

“Ya nggak mungkin pula ikan hiu akan ada di sungai, dek! Adek itu malah yang aneh!”

“Maksudnya gimana, mbak?!” tanya Gilang.

“Mana mungkinlah ikan hiu ada di sungai, dek! Hiu itu cuma bisa hidup di lautan! Itu pun pada kedalaman tertentu! Kalo airnya dangkal, dia akan terpapar ke tepian pantai!”

“Oh gitu ya, mbak? Jadi kalo ada orang yang mainnya di kawasan sungai, paling banter ketemunya dengan buaya aja ya? Nggak bakalan liat ikan hiu ya?!” ujar Gilang.

“Lha iya dong, dek? Masing-masing kan ada dunianya, ada tempatnya untuk hidup dan mencari kehidupan! Nggak bisa ikan hiu hidup di sungai! Sebaliknya, nggak bisa buaya hidup di lautan lepas!” jelas Dinda.

“Baru tau adek, mbak? Adek kira, ya bisa-bisa aja hiu hidup dan hebat di sungai, sebaliknya buaya bisa nguasai lautan?!”

“Masing-masing sudah ada tempatnya untuk hidup dan berkuasa, dek! Nggak bisa melawan hukum alam! Sudah begitu yang diciptakan Tuhan!”

“Jadi kalo seseorang yang sebenernya hidup dan kehidupannya di sungai, jangan coba-coba bermimpi bisa menaklukkan ikan hiu di lautan ya, mbak?!”

“Iya, dek! Kita mesti tau, siapa dan kita ada di tepian mana! Sungai atau lautan! Kalo kita adanya di tepian sungai, dan kita mau memenangi pertarungan, ya kita harus tau dunianya buaya! Sebaliknya, kalo kita akan menaklukkan lautan, kita mesti pahami cara menjinakkan ikan hiu! Nggak bisa keduanya kita menangi! Karena dunianya beda! Memahami yang semacam ini memang tidak mudah, dek!” tutur Dinda. (ยค)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *