Bupati Ketua Partai, Si Dul Berpolitik

HARIANFOKUS.com – Loyalitas seorang aparatur sipil negara alias ASN kepada atasannya sering salah kaprah.

Seperti yang terlihat saat pelantikan pengurus DPW PAN Lampung di Swis-Belt Hotel, Senin (6-11) lalu. Karena sang bupatinya, Zainuddin Hasan, dikukuhkan oleh sang kakak; Zulkifli Hasan, selaku Ketua Umum DPP PAN, menjadi Ketua DPW PAN dengan menggusur begitu saja Bakhtiar Basri, Drs Dulkahar yang berprofesi sebagai ASN dengan jabatan Kepala Dinas Pemberdayaan Desa (PMD) Lamsel, sampai-sampai merasa perlu “merubah penampilannya” dengan ikut-ikutan memakai jas partai yang dipimpin oleh bupatinya itu.

Si Dul -begitu sapaan akrab Dulkahar- dengan percaya dirinya ikut sibuk dalam prosesi pelantikan sang bosnya sebagai Ketua partai. Bahkan, dengan santainya, ASN senior yang dulu dikenal sebagai loyalis Ricko Mendoza, saat putra mantan Gubernur Sjachroedin ZP itu menjabat Bupati Lamsel, tak merasa “bersalah” bila dirinya sebagai ASN aktif ikut-ikutan berpolitik.

Pengamat Hukum Unila Yusdianto, menyampaikan sesuai pasal 9 ayat (2) UU ASN bahwa pegawai ASN tidak boleh bermain politik.

“Pasal 9 ayat (2) UU ASN menyatakan bahwa pegawai ASN harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik,” kata dia saat dihubungi, Selasa (7-11)

Kandidat Doktor Hukum Universitas Padjajaran ini menegaskan bahwa Mahkamah Konstitusi (MK) juga sudah menegaskan keharusan ASN untuk bersikap professional.

“Menjadi ASN berarti mengikatkan diri pada ketentuan, syarat, dan kewajiban sebagai ASN. Netralitas, independensi, dan keadilan dalam menjalankan tugas pelayanan publik tidak boleh terhambat oleh political interest,” tambahnya.

Apalagi, kata Yusdianto, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) sudah berkali-kali mengingatkan itu kepada semua instansi di pusat maupun daerah.

“Menjadi ASN adalah pilihan untuk menjadi pelayan negara, melayani publik. Jika keinginan untuk terlibat dalam politik praktis masih menggelegak, berarti orang itu tidak konsisten,” ungkapnya.

Saag dikonfirmasi Si Dul mengaku hanya iseng saja mengenakan jaket PAN untuk kepentingan koleksi pribadi.

“Kemarin itu kan saat pelantikan ada yang jualan atribut partai di teras, saya numpang pake dan ada yang iseng ngmbil gambar saya mengenakan jaket partai,” terang dia saat dikonfirmasi.

Dijelasakan dia, hadirnya pun di pelantikan pengurus PAN juga tidak disenghaja.

“Saya kemarin itu mau menghadiri rapat di pemprov dengan PMD se Lampung, tapi karena macet saya berhenti. Kebetulan yang dilantik juga adalah pimpinan saya,”tandasnya. (win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *