13 views

Mirisnya Gaji Honorer di Tuba

HARIANFOKUS.com – Hingar bingar perayaan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT PGRI ke-72 yang diadakan diseluruh Indonesia sangat kontras dengan kondisi guru berstatus honor, terutama di Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulangbawang.

Bertahun-tahun menjadi pejuang pendidikan, kondisi mereka masih jauh dari kata sejahtera.

Guru honor dan swasta di Kecamatan Dente Teladas belum bisa merasakan kesejahteraan seperti kebanyakan guru lainya.

Dengan gaji Rp 300 ribu sampai Rp 700 ribu untuk satu bulan mengajar, memaksa mereka harus berpikir keras mencari biaya tambahan guna memenuhi kebutuhan keluarga.

Gaji mereka yang pas-pasan itu bersumber dari dana bantuan operasional sekolah (BOS) di sekolah tempat mereka mengabdi.

Hal tersebut diutarakan oleh Siti Khufaidah, seorang guru di kecamatan tersebut. Menurut Siti, ia hanya mendapat honor Rp 450 ribu untuk satu bulan mengajar.

Dengan gaji sebesar itu, Siti mengatakan, belum sebanding dengan durasi mengajar yang ia lakoni.

“Kami mengajar lebih dari ketentuan 24 jam per minggu. Dan saya sudah mengabdi lebih dari 10 tahun. Jangankan untuk sejahtera, untuk memenuhi kehidupan sehari-hari pun tidak mencukupi,” terang Siti, rabu (29/11).

Siti mengatakan, sampai saat ini belum ada perhatian dari Pemkab Tulangbawang atas kondisi mereka.
Pasalnya, menurut Siti, sampai saat ini belum ada bantuan dari APBD kabupaten untuk kesejahteraan guru honor seperti di kabupaten lain.

“Kami sudah pernah menyampaikan hal tersebut langsung kepada Bapak Bupati Tulangbawang saat berkunjung di kampung kami dan kebetulan bertempat disekolah, tapi belum ada perhatian,” katanya.

“Harapan kami ya bantuan tunjangan wilayah khusus dari pemerintah pusat bisa dialihkan pada sekolah yang berada dibawah yayasan perusahaan, yang kesejahteraanya jauh daripada kami,” tandasnya. (saidi)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *