Warga Pesibar Berharap Adanya Pembangunan Infrastruktur Kesehatan

HARIANFOKUS.com – Pembangunan saat ini masih terasa timpang. Yang dinikmati baru oleh kelompok tertentu dan warga perkotaan. Belum dirasakan oleh masyarakat dipelosok, termasuk pembangunan ekonomi, kesehatan, dan pasilitas pendidikan. Ini menjadi PR penting bakal Calon Gubernur Lampung Arinal Djunaidi-Nunik, jika memimpin Lampung.

“Padahal penyediaan infrastruktur dasar wajib disediakan pemerintah yang ditujukan untuk masyarakat terutama kelompok miskin, yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas modal manusia yang secara efektif akan memutus rantai kemiskinan,” kata Berliano Rijal (19) alias Rijal, warga Pesisir Barat, asal Liwa, kepada Tim Media Berjaya.

Menurut, Berliano, yang kini sedang mencari kerja itu, mengharapkan kepada Bacagub Lampung Arinal Djunaidi-Nunik, untuk meperkuat infrastruktur kesehatan dan pendidikan dasar, yang belum merata terjadi di Lampung, termasuk Pesisir Barat. “Pesisir Barat itu butuh tenaga kesehatan, terutama di pedalaman. Petugas medis, doktet dokter itu ngumpul di Kota, cek saja mas, di Peratin peratin,” katanya, didampingi rekannya, Irfan Jidan.

Pemuda lainnya, Mardiyah (20), menyatakan, secara mendasar, penyediaan infrastruktur pendidikan dan kesehatan secara merata untuk setiap warga negara adalah amanat konstitusi, sebagaimana Pasal 31 dan 34 UUD 1945.

“Karena itu, selayaknya fasilitas kesehatan dan pendidikan dasar ini tersedia secara merata di Kabupaten Pesisir Barat, dan Kota yang ada di Lampung,” kata Mardiyah, yang kini bekerja sebagai karyawan Toko Serba Ada, di Jalan Lintas Barat, Pesisir Barat, Sabtu (23/12).

Imam Sofyan (21), rekan Mardiah, mengungkapkan, kenyataannya, penyediaan infrastruktur kesehatan dan pendidikan dasar belum tersedia secara merata. Bahkan, seringkali infrastruktur kesehatan dan pendidikan dasar kualitasnya tidak memadai.

“Ketersediaan infrastruktur untuk orang-orang miskin juga sangat timpang di setiap daerah. Ini adalah menjadi tugas dan tanggung jawab pemimpin, yang harus tetap fokus dalam pemberdayaan wilayah desa, terluar, termiskin, dan terbelakang,” kata Imam.

Imam membayangkan, jika pembangunan daerah tetap bertumpu pada lima pilar pemberdayaan, yakni kesehatan, pendidikan, ekonomi, budaya, dan agama, pasti rakyat didesa akan sejahtera. “Kita tidak mudah di gerus pengaruh asing, dan kita larut dengan budaya barat. Anak muda tak perlu sibuk keluar, dan bisa membangun kampung halaman,” katanya. (*)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *