13 views

Soal Karakter

“Mbak, siapa tokoh paling kontroversial di 2017 ini?” tanya Gilang pada Dinda, sore tadi. “Donal Trump, dek!”

“Kenapa, mbak?!”

“Karena keputusannya yang akan mindahin kantor Kedubes Amerika ke Yerusalem itu! Keputusannya dianggep sebagai sebuah pengakuan bahwa ibukota Israel adalah Jerusalem!”

“Tapi kan banyak negara nolaknya, mbak! Voting di majelis tinggi PBB juga kalah! Mestinya Trump ya ngehargai sikap ratusan negara lain yang nggak setuju ma keputusannya itu dong! Jangan keukeuh aja dengan sikapnya!” kata Gilang.

“Adek, Donald Trump itu orang hebat! Orang yang sejak dulu melakukan hal-hal yang berbeda dari orang lain! Dia tidur aja jam 02 dinihari dan jam 06 pasti sudah bangun!”

“Oh gitu, mbak? Kalo karakternya gimana?”

“Trump itu punya karakter yang bisa dibilang aneh bin ajaib, dek?!” kata Dinda.

“Kenapa mbak?!” sela Gilang.

“Dia nggak pernah minta maaf pada Tuhan! Ketika dia melakukan kesalahan, akan ditebusnya dengan melakukan hal yang baik! Gitu laku dia!”

“Wah, aneh juga ya? Kalo karakternya yang suka konfrontatif itu, mbak?!”

“Kalo itu emang sudah wataknya, dek! Dia bilang: saya senang memiliki musuh, saya lawan musuh saya, saya suka mengalahkan musuh saya hingga jatuh! Jadi, dengan bawaannya yang kayak gitu, se-dunia nggak setuju sama keputusannya soal Jerusalem itu, nggak ngaruh bagi dia, dek!”

“Jadi dalam hal ini dia tetep nggak peduli ya, mbak! Tetep keukeuh dengan sikapnya itulah?!”

“Pastinya begitu, dek! Dia akan mainkan seluruh kekuatannya dengan cerdik! Dia akan kunci kucuran bantuan negaranya ke berbagai pihak yang nggak setuju dengan keputusannya! PBB aja bakal semaput karena bantuan Rp 3,8 Triliun dari Amerika, ditutup! Dunia akan bergantung pada ‘kebaikan hati’ Trump ke depannya!” ucap Dinda.

“Arogan sekali ya Trump itu, mbak?!”

“Soal arogan, kehebatan atau kecerdikan seorang pemimpin itu tergantung dari sudut mana kita melihatnya, dek! Nggak boleh kita langsung mengklaim seseorang dengan alur pikir kita sendiri! Kita harus mau belajar dan menganalisa gaya beragam pemimpin! Hingga kita bisa tau karakter dan langkah-langkahnya!”

“Nurut mbak, Trump itu memainkan gaya perang filosofis Sun Tzu ya? Kenalilah musuhmu, juga kekuatanmu sendiri, niscaya kamu akan memenangkan bahkan 100 peperangan sekalipun!” kata Gilang.

“Iya, bisa jadi falsafah perang kuno asal Tiongkok itu mendarah-daging pada dirinya, dek! Karena langkah-langkah Trump yang kontroversial tetep aja nggak ada yang bisa ngebendung!” ucap Dinda.

“Gimana kalo kita cuma ngenali musuh tap kita sendiri nggak tau kekuatan kita, mbak?”

“Itu namanya kita bunuh diri, dek! Tapi sebenernya, ya itulah bedanya karakter kita dengan Trump! Kita lebih konsen ngitung kekuatan musuh hingga seakan kita tau persis! Di sisi lain, kita ngerasa kalo kekuatan kita besar dan solid, padahal keropos dan karut marut! Akibatnya, ketika tersadar dengan realita yang ada, kita pun gamang dan pergerakan hanya berputar-putar dalam lingkaran!” tutur Dinda. (ยค)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *