1 views

Soal Dukungan

SAAT menyaksikan pertandingan final lomba futsal sore tadi, Dinda menegur Gilang yang antusias mendukung Tim Mawar.

“Adek, mestinya yang didukung itu Tim Jambu! Kan itu Tim sekolahan adek! Ini kok malah ngedukung Tim lawan! Gimana sih adek ini?!” ketus Dinda.

“Ya sudah benerlah adek ngedukung Tim Mawar ini, mbak?!” sahut Gilang sambil terus meneriakkan yel-yel dukungannya.

“Bener gimana, dek?!”

“Pemain-pemain Tim Mawar itu kan temen adek semua, mbak?! Ya wajar dong kalo adek kasih dukungan!”

“Bukannya Tim Jambu itu bentukan sekolahan adek?!” ucap Dinda.

“Yang bentuk Tim Jambu itu pelatih di sekolahan adek, mbak! Jadi bukan dan nggak boleh ngatasnamain sekolah! Lagian temen-temen adek di sekolah juga mainnya di Tim Mawar! Cuma satu dua aja yang main di klub Tim Jambu itu!” jelas Gilang.

“Lho, emang kenapa, mbak? Salah…?!” sela Gilang.

“Bukan soal salah atau bener, dek! Tapi etikanya lho?! Sepantasnya kalo adek itu kasih supportnya ke Tim Jambu! Kan pelatihnya juga melatih Tim futsal di sekolah adek! Itu pelatih kan pasti liat kalo adek ngedukung Tim lawannya!” kata Dinda.

“Kenapa takut, mbak? Nggak ada alasan buat takut! Ini kan pertandingan bukan atas nama sekolah! Lagian, kalo pun nanti-nantinya adek nggak dimainin di Tim sekolah, ya nggak apa-apa! Adek kan masih bisa main di klub buat terus ngembangin kemampuan!”

“Yakin sikap adek yang ngedukung Tim Mawar ini nggak bakal berdampak buruk?!” tanya Dinda.

“Ya yakinlah, mbak! Sepanjang semua yang terlibat dalam pertandingan ini bisa menempatkan sesuatu sesuai porsi dan ajangnya, ya nggak bakal berdampak nggak baiklah! Nyantai-nyantai aja, mbak?!” ujar Gilang sambil terus memberi dukungan bagi teman-temannya.

“Yang mbak nggak habis pikir, kenapa ya pelatih sekolah adek itu kok nggak utamain ngerekrut anak didiknya di sekolah untuk masuk ke klub bentukannya?!” kata Dinda.

“Wah, kalo soal itu, adek nggak paham, mbak! Dalam menyikapi hal-hal yang tidak kita pahami alasannya, sebaiknya kita berpikir positif aja atas pilihan atau keputusan yang diambil seseorang, mbak! Dengan begitu, kita nggak terjebak dalam alur pikir dan perasaan yang tak menentu! Apalagi sudah terlalu banyak ketidakmenentuan yang kita temui! Sekarang waktunya untuk yang pasti-pasti aja! Yang sesuai dengan hasrat hati kita!” tutur Gilang lagi. (ยค)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *