1 views

Soal Pilihan

SEPULANG dari pertandingan sepakbola di Lapangan PKOR Way Halim, sore tadi, Gilang tampak lesu. Wajahnya tak bersemangat. Jalannya gontai.

“Kok Loyo gitu sih, dek? Pasti karena kalah ya?!” sapa Dinda.

“Iya, mbak! Tim adek kalah! Lemes jadinya!” sahut Gilang.

“Ya sudah! Yang penting kan sudah berjuang maksimal, dek! Kalah atau menang itu satu hal yang lazim-lazim aja dalam suatu pertandingan! Yang penting bagaimana kita bisa ambil hikmah dari kejadian ini!”

“Wong kalah kok ambil hikmahnya sih, mbak? Mau dibolak-balik kayak mana juga, kalah ya tetep kalah, mbak!”

“Emang bener, kalah itu menyakitkan! Kalah itu pedih! Kalah itu sakit, dek! Tapi kan dunia belum kiamat hanya karena kalah di satu pertandingan tadi! Makanya mbak minta adek ambil hikmahnya! Dengan jiwa yang besar, dengan pikiran yang bersih, dengan keyakinan bila dibalik kekalahan ini pasti ada makna positif yang bisa kita ambil, maka kita akan tetep bisa survive, dek!” kata Dinda.

“Padahal tim adek sudah tampil optimal lho, mbak! Pemain-pemain terbaik yang diturunin pelatih! Kok tetep kalah! Ini yang ngebuat adek jadi drop! Badan ini kayak nggak bertulang rasanya!” tutur Gilang.

“Kadangkala emang sesuatu yang kita yakini akan diraih, dengan persiapan maksimal, dengan full power sekalipun, hasilnya tak sesuai harapan! Itulah kehidupan, dek! Itulah perlunya kita dengan pilihan-pilihan!”

“Maksudnya apa, mbak?!” tanya Gilang.

“Ya, hidup ini kan penuh dengan pilihan-pilihan, dek! Misalnya tadi, tim adek nurunin pemain-pemain terbaik! The dream time! Tentu nurut pelatih, itu komposisi yang terbaik! Targetnya pasti menang! Tapi kenyataan di lapangan kan beda, dek! Gitu juga waktu Manchester City lawan Cristal Palace! Diatas kertas, tim besutan Pep Guardiola pasti menang! Kenyataannya kan nggak! Apa karena pilihan pelatih nggak pas? Ya nggak juga, dek!”

“Terus maksudnya apa, mbak? Kok jadi muter-muter gitu ngomongnya?!” sela Gilang.

“Kita nggak bisa andalkan satu pilihan pola permainan saja pada suatu pertandingan, dek! Harus disiapkan pilihan-pilihan lain ketika kenyataan di lapangan tak sesuai dengan yang diharapkan!” kata Dinda.

“Tapi kan nggak mudah pada satu situasi yang sulit kita temukan pilihan, mbak?!”

“Emang nggak mudah, dek! Hanya orang yang sudah teruji komitmennya, orang yang mampu menyelaraskan pikiran dan hatinya, orang yang pengalaman dengan lapangan, yang mampu melahirkan pilihan-pilihan dalam situasi krusial! Bagi yang belum teruji, ya malahan bisa ambil langkah-langkah yang menjadi blunder bagi suatu permainan!”

“Jadi kekalahan ini harus diambil hikmahnya ya, mbak? Harus berani melahirkan pilihan-pilihan dalam pola permainan ke depannya ya?!”

“Iya, dek! Emang harus berani begitu! Dan semua kembali pada sejauhmana komitmen terjaga! Pada sedalam apa kebanggaan akan kebersamaan dalam tim ini terbangun! Pada bangunan suasana nyaman yang kokoh tatkala kita bermain! Intinya, pilihan itu adalah sesuatu yang harus diambil! Walo yang namanya pilihan tak mesti diiringi dengan penggantian pemain! Karena menjadi pemain cadangan pun bisa juga sebuah pilihan!” tutur Dinda. (ยค)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *