Gubernur BI Apresiasi Kinerja Ridho

HARIANFOKUS.com – Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus D.W. Martowardojo menilai Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo beserta jajaran Pemerintah Provinsi Lampung berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi dan mengendalikan inflasi di Provinsi Lampung.

BI mencatat pertumbuhan ekonomi Lampung diperkirakan sebesar 5,1-5,2 % selama 2017. Pada kwartal ketiga 2017, ekonomi Lampung bahkan mencapai 5,21 persen. Hal ini lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Sumatera sebesar 4,4 persen bahkan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yakni 5,06 persen.

“Kami mengapresiasi pencapaian yang telah diraih oleh Pak Gubernur bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan para pemangku kepentingan lainnya. Ke depan, kita berharap momentum ini terus dipertahankan hingga ke tahun 2018. Di 2018 pertumbuhan ekonomi secara nasional ditarget pada 5,1 -5,5 persen, kita berharap Lampung bisa 1 hingga 2 persen di atas itu,” kata Agus D.W. Martowardojo usai Upacara Serah Terima Jabatan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, dari Arief Hartawan kepada Budiharto Setyawan Jumat (19/1/2018) di Aula Kantor Perwakilan BI Provinsi Lampung.

Arief Haratwan selanjutnya dipercaya menjadi Kepala Perwakilan Bank Indonesia di Beijing.
Gubernur BI ini juga mengatakan tingkat inflasi Provinsi Lampung dapat dikendalikan dengan baik sebesar 3,02 % sepanjang 2017. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan inflasi Sumatera dan nasional sebesar 3,31 % dan 3,61 %.

Mantan Menteri Keuangan ini memaklumi untuk mencapai hal tersebut, diperlukan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam memberi perhatian pada investasi, karena investasi selama ini memberikan kontribusi yang baik bagi ekonomi Lampung. Selain itu, Pemprov lampung juga gigih mencari sumber-sumber investasi lain seperti industri pariwisata, industri kreatif, perikanan, dan bentuk pengolahan lainnya.

Agus mengatakan, selama tiga tahun terakhir, Pemerintah, Bank Indoensia dan Pemerintah Daerah serta seluruh stake holder telah cukup berhasil menjaga inflasi rendah dan stabil.

“Secara nasional laju inflasi di tahun 2017 berada pada level 3,61 persen ini merupakan pencapaian yang baik karena rendah dan sesuai target. BI menyakini, di 2018 Inflasi berada di range yang lebih rendah dibandingkan tahun lalu, yakni 3,5 plus minus 1 persen. Di tahun keempat inflasi kita rendah dan stabil sesuai dengan target ,” ujar Agus optimis.

Seperti diketahui, pada bulan Desember 2017, laju inflasi mengalami kenaikan sebesar 0,71 persen. Hal tersebut antara lain disebabkan adanya libur Natal dan akhir tahun. Juga akibat terganggunya pasokan beras. Menurut Agus, kebijakan pemerintah saat ini untuk mengimpor beras merupakan langkah yang baik guna menjaga ketersediaan beras untuk kebutuhan masyarakat sehingga dapat menekan laju inflasi.

Pada kesempatan yang sama Gubernur Lampung M Ridho Ficardo mengatakan sinergitas yang selama ini telah terjalin dengan baik dengan Bank Indonesia dapat terus dipertahankan. Menurutnya, Bank Indonesia selama ini telah memberikan kontribusi positif dan menjadi mitra strategis bagi Pemerintah Daerah Lampung dalam mengembangkan dan membangun perekonomian Lampung. “Eksistensi Kepala Perwakilan BI sangat penting untuk mengarahkan kebijakan fiskal daerah,” ungkap Gubernur Ridho.

Ia mengatakan rendahnya inflasi tahunan di Provinsi Lampung tidak terlepas dari upaya pengendalian inflasi yang konkrit TPID dalam menjaga inflasi agar tetap rendah dan stabil, sehingga pertumbuhan dan pembangunan yang dicapai tidak tergerus oleh inflasi.(*)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *