13 views

Soal Arisan

“KOK mau pergi lagi sih, mbak? Kan baru pulang?!” ucap Gilang begitu melihat Dinda keluar kamarnya dan akan pergi lagi.

“Mau ada arisan sama temen-temen, dek? Mbak kelupaan, pas sampai rumah baru baca infonya!” sahut Dinda sambil bergegas.

“Nah, apalagi cuma buat urusan arisan, mbak?! Nggak penting itu mah?!”

“Nggak penting nurut adek, tapi nurut mbak penting lho! Makanya mbak buru-buru ini karena pengen ketemu temen-temen di tempat arisan!”

“Pentingnya kan cuma buat ketemu temen-temen aja sih, mbak?! Jaga kondisilah, kalo kecapean kan mbak sendiri yang malah sakit!” ucap Gilang.

“Ya, ketemu temen-temen itu sebagian manfaat dari arisan ini, dek! Manfaat lainnya ya banyaklah!” sela Dinda.

“Misalnya apa manfaat lainnya itu, mbak?!”

“Diantaranya, kita terus memupuk jiwa sosial kita, dek! Juga melestarikan budaya bangsa! Kan arisan itu adanya sejak jaman nenek moyang dulu, dek! Dan pola kebersamaan semacam ini cuma ada di negeri kita aja di antero dunia!”

“Mbak tau nggak, di jaman now ini, yang namanya arisan itu nggak perlu ketemu, kumpul-kumpul, kongkow-kongkow tau!” kata Gilang.

“Maksudnya gimana, dek?!” tanya Dinda.

“Arisan jaman now mah cukup divideoin aja proses ngocokinnya, mbak! Hasilnya di-share via wa ke group arisan! Selesai! Jadi nggak perlu ngabisin waktu!” jelas Gilang.

“Emang ada yang kayak gitu, dek? Lagian nggak serulah! Justru seninya itu pas dikocok dan nama siapa yang keluar!”

“Ya adalah, mbak! Itu mama, arisan sama temen-temennya pake pola videoin pas dikocoknya! Semua oke-oke aja kok?! Jadi ngapain ngebuang-ngebuang waktu dengan alasan arisan!”

“Tapi kan nggak seru, dek! Justru seni arisan itu ada di kumpul-kumpulnya itu lho!”

“Kalo kumpul-kumpul tapi malah nggak produktif, ngapain mbak? Apalagi kalo akhirnya malah ngegosip?!”

“Ya nggak ngegosiplah, dek! Banyak hal yang kami obrolin dan itu prospektif?! Mbak sama temen-temen tau persis gimana ngisi waktu dengan baik dan positif! Melalui arisan itulah bisa muncul ide-ide baru, terobosan-terobosan pikiran baru, dan hal-hal baik yang bisa dilakukan ke depannya! Karena kita kan nggak pernah tau seberapa banyak yang bisa kita lakuin dalam hidup!” ujar Dinda.

“Jadi mbak tetep enjoy dengan arisan gaya tradisional ini ya? Ketemuan ma temen-temen, ngobrol sambil makan baru ngocok arisan?!” kata Gilang.

“Ya iyalah, dek! Sebab dengan ketemu gitukan kita bersosialisasi! Mbak kan tau, yang paling didambakan orang sebenernya adalah supaya mereka didengarkan, dihargai, dan dimengerti! Kalo mereka tau kita mengerti, mereka akan lebih termotivasi untuk memahami pandangan kita! Adek perlu tau ya, memberikan penghargaan kepada orang lain -walo cuma dengerin ceritanya- adalah cara paling mudah untuk menyenangkan orang!”

“Jadi, arisan itu sebenernya proses mbak memahami kehidupan pertemanan ya?! Nggak sekadar mau dapet arisannya aja?!”

“Apapun kegiatan kita, mesti bernilai untuk kita dan sesama, dek! Pun acara arisan! Persoalannya; nggak semua kita mampu memetik maknanya secara mendasar! Hanya orang tertentu yang memiliki sikap bijak yang mampu meraup manfaatnya! Dan itu akan menguatkannya dalam menapaki kehidupan ke depannya!” tutur Dinda seraya masuk Mobil dan jalan menuju tempat arisan. (ยค)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *