53 views

Ridho Rutin Beri Beasiswa Anak Petani

HARIANFOKUS.com – Urusan perlunya putra-putri Lampung mendapatkan dan memiliki pendidikan yang tinggi guna ke depannya bersama-sama memajukan Provinsi Lampung diseriusi pasangan Ridho-Bachtiar sejak menjabat gubernur-wagub 3 tahun silam. Salah satunya dengan secara rutin memberikan beasiswa bagi anak para petani dan nelayan yang dinilai mempunyai kemampuan namun secara ekonomi kurang terdukung oleh orang tuanya.

Bukti nyatanya, dari 123 mahasiswa Politeknik Negeri Lampung (Polinela) yang diwisuda, Sabtu (7-4) kemarin lusa, 114 diantaranya adalah para anak petani dan nelayan yang kuliahnya dibiayai melalui beasiswa kucuran Pemprov Lampung dibawah kepemimpinan Ridho-Bachtiar.

MEGAH – Dari asrama yang megah ini diharapkan para santri dan mahasiswa di Lampung lebih bersemangat menempa dirinya.

Adalah Direktur Polinela, Dr. Ir. Sarono, MSi, yang mengungkap fakta bisa mayoritas yang diwisudanya pada periode pertama tahun 2018 ini adalah penerima beasiswa pemprov.

“Dari 123 mahasiswa yang diwisuda saat ini, 114 diantaranya merupakan penerima beasiswa Pemprov Lampung,” aku dia.

Menurut dia, program beasiswa itu merupakan hasil kolaborasi antara pemprov, Perhimpunan Penyuluh Pertanian (Perhiptani), dan Polinela.

“Jadi dalam hal ini Pemprov Lampung mengakomodasi anak-anak petani dan nelayan yang notabene sudah tidak mempunyai kemampuan ekonomi tapi tetap semangat untuk meneruskan pendidikan,” sambung Sarono.

Kepedulian dan konsistensi pasangan Ridho-Bachtiar dalam mengembangkan kemampuan sumber daya manusia putra-putri Lampung memang sudah terbukti. Pun penyiapan beragam sarana prasarana guna menambah semangat kaum muda Lampung untuk meneruskan pendidikannya.

LANJUTKAN – Kekompakan duet Ridho-Bachtiar tak perlu diragukan lagi dalam membangun Lampung. Selayaknya mereka melanjutkan kepemimpinannya guna meningkatkan hal-hal terbaik bagi rakyat dan provinsi ini.

Misalnya, Ridho-Bachtiar membangunkan asrama bagi para mahasiswa Itera. Bangunan di atas lahan seluas 2,4 hektare itu memiliki 104 unit dengan tipe 24.

“Kami bangunkan asrama bagi para mahasiswa Itera dekat dengan kampus itu agar mereka benar-benar terbantu dalam kelancaran pendidikannya,” kata Ridho.

Tak cuma itu. Melalui APBD Provinsi Lampung anggaran tahun 2016-2017, Ridho-Bachtiar juga membangunkan asrama bagi para santri di beberapa pondok pesantren.

Pesantren yang dibangunkan asrama bagi santri-santrinya adalah Ponpes YPI Al Hikamus Salafiyah yang ada di Desa Muji Rahayu, Seputih Agung, Lamteng. Lalu Ponpes Ma’had ‘Aly Tarbiyatul Muballighin di Kota Metro, juga Ponpes Madinah di Desa Karyatani, Labuhan Maringgai, Lamtim.

Asrama bagi santri juga dibangunkan Ridho di Ponpes Riyadlatul Ulum yang ada di Desa Bumiharjo 39-B, Batanghari, Lamtim. Yang patut dicatat, tak hanya bangunannya saja yang disiapkan, tetapi juga tempat tidur bertingkat, kasur dan lemari untuk setiap unitnya.

Terkait dengan dibangunkannya asrama santri pada beberapa pondok pesantren dan mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) di Way Huwi, Jatia Agung, Lamsel, itu Ridho Ficardo menyatakan hal tersebut merupakan bentuk nyata dukungan pemprov terhadap perkembangan pondok pesantren dan Itera, agar para santri dan mahasiswa tinggal di tempat yang lebih layak serta dapat belajar dengan lebih tenang.

Ke depan, dalam kepemimpinan periode keduanya, tentu Ridho-Bachtiar akan semakin meningkatkan karya nyatanya bagi peningkatan kualitas dan sarana prasarana dunia pendidikan di Lampung. (win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *