1 views

Gaji Ridho Buat Jembatan Gantung

HARIANFOKUS.com – Tidak banyak warga Lampung yang tahu, bila selama menjabat gubernur, Ridho Ficardo tidak pernah membawa gajinya pulang. Dihibahkan seluruh honornya itu guna dibangunkan jembatan gantung bagi warga.

Memang, sampai akhir tahun 2017 baru tujuh jembatan gantung yang dibuat hasil dari gaji Ridho sebagai gubernur. Namun manfaatnya sangat luar biasa dirasakan oleh warga.

Kalau tidak percaya, tanya saja kepada warga Desa Rulungmulya, Natar, Lamsel. Berkat adanya program bertajuk “Gerakan Seribu Jembatan Gantung dari Lampung untuk Indonesia” ini, hubungan warga setempat dengan warga Desa Batanghari Nuban, Pesawaran, yang selama 65 tahun terpisahkan oleh aliran Way Sekampung, selesai sudah.

Bahkan adanya jembatan gantung itu juga bisa menjadi akses bagi warga Trimurjo, Lamteng, yang ingin bertandang ke Rulungmulya.

Untuk diketahui, jembatan gantung ini diresmikan Ridho Ficardo pada 26 Juni 2017 lalu. Adalah Indra Jaya, warga setempat, yang mengajukan permohonan kepada Ridho.

ANAK-anak di beberapa wilayah yang berangkat ke sekolah tak perlu lagi menyeberangi sungai setelah jembatan gantung hasil dari gaji Ridho sebagai Gubernur Lampung, terwujudkan.

Gubernur Ridho pun berdiskusi dengan wagub Bachtiar Basri. Dirangkullah vertical Rescue Indonesia, komunitas panjat tebing yang berpusat di Bandung. Komunitas ini memang sudah berpengalaman dalam urusan membangun jembatan gantung di negeri ini. Diperkuat oleh anggota pramuka. Dan tentu saja warga masyarakat setempat. Maka satu demi satu, terwujudlah jembatan gantung di beberapa wilayah berkat kucuran gaji sang gubernur yang dihibahkan kembali  untuk warganya.

Setelah berhasil membangun jembatan gantung di Rulungmulya sepanjang 144 meter dengan lebar 120 meter, dan secara nyata menyelesaikan “perpisahan” warga setempat selama 65 tahun dengan warga¬† Batanghari Nuban, gaji Ridho kembali dijadikan jembatan gantung. Kali ini berada di Dusun Sukaraja I, Desa Sukaraja, Kecamatan Gedongtataan, Pesawaran.

Jembatan gantung kedua dengan panjang sekitar 30 meter dan lebar 1,2 meter ini diresmikan Ridho Ficardo pada 14 Desember 2017, didampingi Bupati Pesawaran Dendi Ramadhana.

Jembatan gantung ketiga dan keempat, juga dibangunkan bagi warga Kabupaten Pesawaran. Kali ini untuk masyarakat Desa Baturaja dan Desa Bagelen. Hampir mirip dengan jembatan di Rulungmulya yang menghubungkan dengan Batanghari Nuban, jembatan yang ada di Desa Baturaja ini menjadi akses satu-satunya bagi warga setempat untuk menuju lahan pertanian yang dibatasi sungai.

SEORANG ibu warga Umbul Kadu, Bandar Dalam, Sidomulyo, Lamsel, ini percaya diri melepas anak perempuan ciliknya berjalan di jembatan gantung yang seluruh biaya pembangunannya dari gaji Ridho sebagai Gubernur Lampung.

Pun dengan jembatan gantung di Desa Bagelen. Menjadi akses bagi anak-anak setempat untuk menuju sekolahnya, dan tentu saja penyambung silaturahmi sesama warga di sekitarnya.

Jembatan gantung selanjutnya yang dibiayai sepenuhnya dari gaji Ridho sebagai Gubernur Lampung adalah jembatan di Pekon Yogyakarta, Gadingrejo, dan Pekon Sukoharjo IV, Sukoharjo, Pringsewu. Akses infrastruktur yang sangat bermanfaat bagi warga dua pekon tersebut diresmikan Ridho Ficardo pada 26 Oktober 2017 silam.

Jembatan gantung bagi warga dua pekon di Kabupaten Pringsewu itu memiliki panjang 72 meter. Warga setempat sangat bersukacita saat impiannya memiliki jalur alternatif terbaik bisa diwujudkan oleh kepedulian Ridho Ficardo.

Warga Dusun Umbul Kadu, Desa Bandar Dalam, Sidomulyo, Lamsel, pada 10 September lalu mengadakan syukuran atas diresmikannya jembatan gantung hasil dari gaji Ridho yang membentang sepanjang 42 meter.

Betapa tidak. Jembatan gantung tersebut sangat nyata manfaatnya. Khususnya bagi anak-anak yang selama ini harus menyeberangi sungai bila akan ke sekolahnya. Padahal, sungai di daerah ini selalu banjir setiap musim penghujan.

Banyak warga Umbul Kadu, Bandar Dalam, Sidomulyo, Lamsel, meneteskan air matanya saat menyaksikan diresmikannya jembatan gantung itu. Kini warga sekitar tak perlu lagi jalan memutar jauh bila ada keperluan di dusun tetangganya.

Jembatan gantung ke-7 yang dibangun dari gaji Ridho selaku Gubernur Lampung berada di Desa Brajaemas, Way Jepara, Lamtim. Saat meresmikan jembatan itu 6 Februari 2018 lalu, Ridho menegaskan bila jembatan gantung tersebut hanyalah sementara saja. Kedepannya, ia akan membuatkan jembatan permanen di wilayah tersebut.

Wajar bila Ridho menyampaikan hal tersebut. Pasalnya, Desa Brajaemas adalah wilayah basis pertanian, sehingga perkembangannya mendapat perhatian tersendiri.

Akankah pembangunan jembatan gantung berbiaya dari gajinya selaku gubernur tetap dipertahankannya kedepan?

“Insyaallah, saya akan tetap hibahkan gaji saya untuk kepentingan masyarakat Lampung kedepannya. Sejak awal mencalonkan diri sebagai gubernur tahun 2014 lalu, saya memang sudah bertekad tidak memakai gaji saya untuk kepentingan pribadi dan keluarga. Melainkan saya hibahkan dan kembalikan lagi kepada masyarakat berupa program-program yang dibutuhkan. Alhamdulilah, saat ini sudah terbuatkan tujuh jembatan gantung untuk masyarakat. Semoga kedepan, bisa lebih banyak lagi saya bisa berbuat untuk masyarakat dan daerah Lampung,” tutur Ridho Ficardo yang kembali maju pilgub dan tetap berpasangan dengan Bachtiar Basri. (win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *