Ridho Percepat Lampung Terang

HARIANFOKUS.com – Masalah elektrifikasi menjadi salah satu prioritas kepemimpinan Ridho-Bachtiar sejak 3 tahun silam. Saat itu, 16% wilayah Lampung yang belum berlistrik.

Perlahan tapi pasti, Ridho-Bachtiar pun menyusun agenda kerja untuk membuat Lampung Terang. Diskusi-diskusi dengan PLN pun digelar. Akhirnya, disusun roadmap kelistrikan Lampung 2016-2021.

Namun, Ridho tak ingin berlama-lama. Sebagai pemuda, jiwanya bergolak; kenapa harus berlama-lama bila bisa dipercepat. Maka, roadmap dengan PLN pun diubah menjadi tahun 2016-2019. Penandatanganan MoU dengan PLN dilakukan pada 22 Mei 2017.

Kesepakatan itu memuat dua agenda penting; listrik pedesaan dan penataan listrik perkotaan.

“Inilah dasar yang kita gunakan bersama PLN sebagai komitmen melaksanakan program Lampung Terang 2019. Jadi, kita membuat MoU setelah menyelesaikan semua persiapan. Bukan MoU dulu baru bergerak,” kata Ridho Ficardo.

Rupanya, Ridho masih ingin mempercepat program Lampung Terang bisa tuntas di 2018 ini. Memang ada alasannya. Pada 2017 kemarin, listrik di Lampung surplus, bahkan di 2018 ini surplusnya mencapai 20%.

MENAIKKAN meteran listrik di salah satu rumah warga Tanggamus pada 18 Agustus 2017 lalu, bukti nyata program Lampung Terang benar-benar terbukti dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Selain untuk investor, kita berharap surplus listrik di Lampung ini bisa dirasakan masyarakat di berbagai daerah yang belum teraliri listrik. Saya berharap, beberapa desa yang sebelumnya ditargetkan teraliri listrik di 2018, bisa dimajukan ke 2017. Begitu juga yang seharusnya teraliri listrik di 2019, busa dipercepat di 2018. Sehingga semakin banyak warga Lampung yang menikmati listrik,” lanjut Ridho yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Lampung ini.

Percepatan yang diinginkan Ridho memang masuk akal. Pasalnya, program Lampung Terang 2019 yang dicanangkannya terbukti sukses besar. Pada 2017, tiga kabupaten dengan rasio elektrifikasi terendah di Lampung, mendapat prioritas, yaitu Lampung Barat, Pesisir Barat, dan Tanggamus.

Di tiga kabupaten itu, 26 desa yang selama ini belum teraliri listrik, sudah terang benderang. Perinciannya; 17 desa di Lampung Barat, 7 desa di Pesisir Barat, dan dua desa di Tanggamus. Peresmian listrikisasi ini dilakukan Ridho Ficardo pada 18 Agustus 2017 silam di Kabupaten Tanggamus.

Percepatan Lampung Terang ini dikonsentrasikan juga di Mesuji. Delapan desa di kabupaten itu jadi sasaran percepatan, semuanya berada di wilayah Kecamatan Way Serdang. Yaitu desa Suka Agung, Suka Mandiri, Marga Bakti, Labuhan Mulya, Labuhan Batin, Labuhan Permai, dan Labuhan Makmur. Awalnya, desa-desa itu masuk dalam program perlistrikan 2018. Namun oleh Ridho dipercepat menjadi 2017.

Tentu tak sekadar keinginan mempercepat realisasi Lampung Terang 2019 menjadi 2018 saja. Ridho-Bachtiar juga harus beberapa kali melakukan pertemuan dengan pemerintah pusat. Misalnya, ketika jaringan listrik melewati hutan lindung, maka Ridho-Bachtiar pun harus melobi kementerian terkait.

Yang pasti, Ridho-Bachtiar menargetkan, ke depan tak hanya tingkat desa sasaran dari program Lampung Terang ini, melainkan sampai ke tingkat dusun. Itu semua akan terwujud bila masyarakat tahu persis perjuangan Ridho-Bachtiar selama ini dan kembali memberikan kepercayaan kepada sang petahana melanjutkan perjuangannya melalui kemenangan pada pilgub 27 Juni mendatang. (win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *