Ridho Terbukti Peduli Desa

HARIANFOKUS.com – Kepedulian pasangan M. Ridho Ficardo-Bachtiar Basri pada kehidupan masyarakat yang tinggal di pedesaan se-Lampung, tidak perlu dipertanyakan lagi. Sudah cukup banyak yang dilakukan sang petahana selama menjabat gubernur-wakil gubernur.

Salah satu bukti nyata kepedulian Ridho-Bachtiar bagi pengembangan kehidupan masyarakat pedesaan di Lampung adalah digulirkannya program Gerakan Membangun Desa Sai Bumi Ruwai Jurai alias Gerbang Desa Saburai.

Program peduli pembangunan dan pengembangan wilayah pedesaan ini dimulai pada tahun 2016 dengan sasaran 100 desa. Dengan masing-masing desa mendapat kucuran dana Rp 240 juta, pada tahun 2017 jumlah desa yang menjadi sasaran program Gerbang Desa Saburai meningkat menjadi 250 desa. Pada 2018 ini ditargetkan 380 desa dapat terangkat dari status tertinggalnya.

Untuk menentukan desa mana saja yang mendapat prioritas pembangunan dan pengembangannya, Ridho menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS).

TURUN langsung ke pedesaan biasa dilakukan Ridho Ficardo, untuk mengecek realisasi program Gerbang Desa Saburai. Pemimpin yang menyatu dengan denyut nadi dan harapan rakyat ada pada Ridho-Bachtiar.

“Data BPS yang menjadi tolok ukur kami dalam menentukan desa mana yang diprioritaskan untuk mendapat kucuran anggaran Gerbang Desa Saburai. Desa yang tertinggal akan dibangun secara bertahap, agar dalam tiga tahun dapat berubah dari status tertinggal,” kata Ridho.

Berkat karya nyatanya dalam peduli pembangunan dan pengembangan desa itu, Ridho mendapat penghargaan sebagai Pembina Desa Terbaik se-Sumatera, pada 15 Agustus 2017 lalu, dalam acara di Hotel Mercure Ancol, Jakarta.

Penghargaan yang diterima Ridho Ficardo itu berkat prestasi Desa Gunung Rejo, Kecamatan Way Ratai, Pesawaran. Penghargaan serupa juga diterima pada 2016 oleh Desa Hanura, Pesawaran.

Peduli Ridho-Bachtiar pada pembangunan dan pengembangan desa juga diakui Kementerian Dalam Negeri. Pada 2 Oktober 2017 lalu, Ridho Ficardo selaku Gubernur Lampung dianugerahi penghargaan berupa Upakarya Wanua Nugraha (UWN), bertempat di The Media Hotel and Towers, Jln Gunung Sahari Raya, Jakarta.

DUET Ridho-Bachtiar sudah terbukti sebagai pemimpin yang solid dan tinggi komitmennya dalam memajukan kehidupan masyarakat Lampung.

Penghargaan bergengsi atas kepedulian pada kehidupan masyarakatnya yang ada di desa ini dianugerahkan oleh Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, Nata Irawan, kepada Ridho karena dua tahun berturut-turut, 2016 dan 2017, mengantarkan Lampung meraih juara pertama Lomba Desa Tingkat Regional Sumatera.

Atas anugerah UWN tersebut, dengan kalem Ridho mengatakan: “Penghargaan ini adalah prestasi seluruh desa di Lampung, khususnya desa yang mewakili Provinsi Lampung pada lomba ini. Semoga ini menjadi penyemangat warga desa lain dalam membangun Lampung yang maju dan sejahtera!”

Ridho-Bachtiar menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kepedulian dengan menguatkan program Gerbang Desa Saburai ke depannya.

“Masih banyak desa yang harus terus kita bangun dan kembangkan. Kami akan teruskan itu semua pada periode mendatang,” ucap Ridho yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Lampung. (win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *