8 views

Bos Rakata Institute “Menghilang”

HARIANFOKUS.com – Rakata Institute merilis hasil surveynya yang dilakukan sejak 2 April hingga 7 April 2018. Diantaranya untuk pilkada serentak di Lampung pada 2018 yakni Pilgub dan Pilkada : Tanggamus, dan Lampung Utara.

Khusus untuk pilgub, Rakata menyebut hanya ada dua paslon yang akan akan bersaing pada pencoblosan 27 Juni tahun ini yakni Arinal-Nunik dan Herman-Sutono, tanpa ada Ridho-Bachtiar dan Mustafa-Aja. Meskipun KPU sudah menetapkan bahwa Pilgub Lampung diikuti empat paslon.

Ditetapkannya hanya diikuti dua paslon yakni Arinal-Nunik dan Herman-Sutono disebut Direktur Eksekutif Rakata Institute Eko Kuswono sebagai Seleksi Alam dan Final Ideal.

Sebenarnya tidak ada yang jauh beda hasil survey yang dilakukan Rakata Institute dari survey yang dilakukan sebelum-sebelumnya, Rakata Institute selalu tidak fair. Yang berbeda ekspose hasil survey kali ini ditutup-tutupi dan Direktur Eksekutifnya “menghilang” usai melakukan ekspose hasil survey di Weseman Cafe, Pahoman, Bandarlampung.

Akademisi Unila Yusdianto menyebut survey yang dilakukan oleh Rakata Insitute terkesan tendensius, asal-asalan dan bahkan partisan.

“Apa alasan lembaga Rakata Institute menyebut bahwa pilgub hanya ada dua paslon, kan KPU sudah menetapkan empat paslon. Apakah ini salah satu langkah untuk meningkatkan elektabilitas dan popularitas dari salah satu kandidat saja,” kata Yusdianto, Kamis (12-4) malam.

Menghilangkan petahana dan calon lain sambung Yusdianto, sama saja melakukan pembohongan publik dan penggiringan opini untuk memenangkan salah satu paslon.

“Dimana-mana petahana itu selalu lebih diuntungkan dan memiliki tingkat keterpilihan lebih besar ketimbang calon pendatang baru. Meskipun dalam politik apapun bisa terjadi, namun menghilangkan petahana yang sudah ditetapkam oleh KPU sebagai calon sama saja dengan penggembosan kekuatan petahana,” urainya.(win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *