2 views

Ridho Berhasil Wujudkan Swasembada Padi Dan Jagung

HARIANFOKUS.com – Kerja serius dan fokus menjadi ciri kepemimpinan Ridho Ficardo-Bachtiar Basri dalam menjalankan tugas sebagai gubernur-wagub Lampung. Hasilnya pun terbukti.

Salah satunya mengenai penanaman padi dan jagung. Berkat keseriusan dan fokusnya target program, Lampung berhasil mencapai swasembada padi dan jagung pada 2017. Untuk padi mengalami surplus 1,2 juta ton, sedangkan jagung melampaui target 2 juta ton, yaitu 2,4 juta ton.

Khusus untuk keberhasilan produksi jagung yang mencapai 2,4 juta ton itu, kepemimpinan Ridho-Bachtiar layak diacungi jempol. Kenapa? Karena itu prestasi terbaik yang ditorehkan sejak Lampung menjadi provinsi. Produksi jagung terbesar pernah terjadi pada 2008 silam dengan total 2 juta ton.

KECERIAAN selalu terpancar dari ekspresi Ridho Ficardo saat menghadiri panen raya petani. Keceriaan yang menggambarkan kebahagiaannya bersama masyarakatnya.

Melihat keberhasilan Ridho-Bachtiar terbukti mengukir prestasi Lampung mencapai swasembada padi dan jagung, Kementerian Pertanian pun memberi reward dengan menaikkan anggaran pembangunan pertanian 2018 bagi provinsi ini.

“Kami yakin, surplus pangan di Lampung berlanjut karena kebijakan nol impor jagung dan penambahan areal luas lahan sawah. Tentu ini menjadi pertimbangan pemerintah pusat menaikkan anggaran untuk Lampung agar sesuai dengan target yang dibebankan,” kata Irjen Kementerian Pertanian, Justan Riduan Siahaan, 21 November 2017 lalu.

Justan yang juga penanggungjawab upaya khusus padi jagung dan kedelai (Upsus Pajale) Lampung ini menilai, kolaborasi petani, lembaga petani, pemprov, dan pemangku kepentingan lain solid dalam mewujudkan salah satu Nawa Cita Presiden Jokowi yakni kedaulatan pangan.

Menurut data BPS, produksi padi di Lampung pada 2016 mencapai 4,02 juta ton dan naik menjadi 4,32 juta ton paada 2017. Dengan capaian tersebut, Lampung menjadi provinsi ketujuh penghasil padi nasional dengan kontribusi 5,33%.

Sementara produksi jagung pada 2016 mencapai 1,72 juta ton, dan melonjak menjadi 2,4 juta ton pada 2017. Hal ini menempatkan Lampung pada posisi tiga produsen jagung nasional dengan kontribusi 8,59%.

Setelah terbukti mewujudkan swasembada padi dan jagung, masih Ada “pekerjaan rumah” bagi Ridho-Bachtiar. Apakah itu? “Pekerjaan rumah Pemprov Lampung di bidang pangan tinggal mencapai swasembada kedelai. Pemerintah pusat menargetkan swasembada kedelai itu tercapai di tahun 2020,” kata Justan.

INI bukti kerja nyata Ridho-Bachtiar 3 tahun ini memimpin Lampung. Dipastikan akan terus terjadi peningkatan pada periode mendatang.

Dia mengapresiasi terobosan yang dilakukan Ridho-Bachtiar yang menggandeng Bank BNI menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) Mikro Kedelai dalam upaya mengejar produksi 50 ribu hektare tanaman kedelai di Lampung.

Mengenai keberhasilan mewujudkan Lampung sebagai daerah swasembada padi dan jagung, Ridho berucap: “Pembangunan pertanian merupakan salah satu dari tiga program strategis, bersama industri danĀ  pariwisata. Dukungan pemerintah terhadap pertanian melalui perbaikan jaringan irigasi yang tahun ini ditargetkan mantap 90%. Walau berat, kita berkomitmen mendukung target Pak Presiden Jokowi yaitu menjadikan Lampung pendukung utama kedaulatan pangan nasional.”

Ridho-Bachtiar optimis, ke depannya swasembada kedelai juga bisa diwujudkan selain terus menguatkan swasembada padi dan jagung yang telah terbukti. (win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *