1 views

3 Tahun, Ridho Bangun 49 Jembatan

HARIANFOKUS.com – Keseriusan Ridho-Bachtiar dalam memprioritaskan infrastruktur jalan guna memperlancar roda perekonomian masyarakat, tak sekadar membangun jalan-jalan provinsi menjadi mulus. Tapi juga membangunkan puluhan jembatan permanen yang kokoh.

Sejak memimpin Pemprov Lampung 3 tahun silam, sedikitnya 49 jembatan permanen yang kukuh telah dibangun oleh Ridho-Bachtiar melalui APBD Provinsi Lampung. Rinciannya; pada anggaran tahun 2014 telah dibangun 9 jembatan, disusul 2015 dibuat 24 jembatan, pada 2016 dibangunkan 6 jembatan, dan pada 2017 kemarin 10 jembatan telah diselesaikan pembangunannya.

Puluhan jembatan permanen yang dibangun dalam 3 tahun anggaran itu tersebar di seluruh kabupaten kota se-Lampung.

Menurut data yang ada, 10 jembatan yang dibangun pada 2017 berlokasi di Kabupaten Pringsewu, Tulangbawang Barat, Way Kanan, Tulangbawang, Lampung Barat, dan Lampung Selatan.

Ridho mengakui, ke-10 jembatan baru tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam memperlancar roda perekonomian dan membuka daerah terisolir, terutama di jalur angkutan hasil bumi. Serta memperlancar konektivitas masyarakat.

OPTIMISTIS adalah ciri khas kepemimpinan Ridho-Bachtiar. Ridho pose bersama Bupati Pringsewu K.H. Sujadi Saddat selepas meresmikan jembatan baru.

Diantara 10 jembatan yang dibangun pada 2017 itu, menurut dia, adalah jembatan Way Sekampung II di Pringsewu.

“Jembatan yang lama itu dibangun tahun 1983 dan tidak lagi mampu menampung arus lalulintas yang mencapai 7.338 lalulintas harian rata-rata (LHR) yang menghubungkan Kalirejo, Lamteng, dan Pringsewu. Akibatnya, menimbulkan kemacetan parah pada jam-jam sibuk,” ucap Ridho.

Dengan dibangunkan jembatan baru sepanjang 50 meter dan lebih lebar dari jembatan yang lama, maka saat ini ada dua jembatan yang membelah Way Sekampung II Pringsewu. Dengan demikian, kemacetan parah teratasi dengan baik, sekaligus memperlancar roda perekonomian masyarakat.

Selain memperlancar arus lalulintas antar kabupaten, Ridho-Bachtiar juga membangun tiga jembatan di lokasi eks transmigrasi yang dibangun era 1980-an. Menurut Ridho, kondisi tiga jembatan yang terletak di Tulangbawang Barat itu sudah tidak layak lagi dipakai karena mengalami kerusakan cukup parah.

“Kawasan ini penghasil singkong, karet, dan kelapa sawit. Kerusakan pada tiga jembatan yang lama itu membuat akses masyarakat terhambat. Karenanya, kami bangunkan tiga jembatan baru,” kata dia.

Ketiga jembatan baru yang dibangun 2017 itu adalah jembatan Way Sebetik, Way Tujok II, dan Way Kendil. Jembatan Way Tujok II menghubungkan Simpang Tujoh ke Panaragan Jaya, dengan tingkat LHR 4.676 kendaraan per hari.

Sedangkan jembatan Way Kendil menghubungkan ruas jalan Adijaya menuju Tulung Randu, dengan tingkat LHR selama ini mencapai 3.727 kendaraan per hari. “Dengan dibangunnya tiga jembatan baru ini, jelas manfaatnya bagi masyarakat setempat. Khususnya mempercepat perkembangan perekonomian mereka,” Ridho menambahkan.

Sementara jembatan di Way Kanan adalah Way Nibung II yang menjadi penghubung ruas jalan Tegal Mukti-Tajab. Dengan adanya jembatan baru ini akan pulih kembali konektivitas antar daerah setempat.

Selain konstruksi jembatan, pada 2017 kemarin, Ridho juga membangun jembatan dengan box culvert. Yaitu di Way Asem, Lambar, Way Pidada III, Way Pidada IV, dan Way Kecubung I di Tulangbawang. Juga di ruas jalan Simpang Korpri-Purwotani, Lamsel.

“Dengan adanya jembatan yang kami bangun selama 3 tahun ini, tentu masyarakat lebih mudah dalam mengembangkan kegiatan ekonominya, dan program ini akan kami lanjutkan ke depannya,” tutur Ridho Ficardo yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Lampung, Kamis (12-4) petang. (win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *