Bos Rakata Institute Terancam Hukuman 2 Tahun Penjara Dan Denda Rp 500 Juta

HARIANFOKUS.com – Blunder. Sikap nyeleneh yang dilakukan oleh lembaga survey Rakata Institute yang menutup-nutupi hasil survey dan terkesan tendensius mendapat kecaman sejumlah pihak.

Bahkan, Bos Rakata Institute Eko Kuswonto terancam hukuman penjara dua tahun dan denda Rp 500 Juta karena dianggap menentang pasal Undang-Undang No 40/1999 tentang Pers.

“Menutup-nutupi hasil survey sama saja dengan tidak menjamin kemerdekaan pers,” kata Ketua Dewan Kehormatan PWI Lampung, Iskandar Zulkarnain.

Rakata Institute merilis hasil survey yang dilakukan pada 2-7 April 2018 di Waseman Cafe, Pahoman Bandarlampung pada Kamis (13-4) siang. Menurut Eko, untuk Pilgub Lampung hanya ada dua paslon yang akan bertarung pada 27 Juni 2018 yakni Arinal-Nunik dan Herman-Sutono, tanpa paslon Ridho-Bachtiar dan Mustafa-Aja.

“Surveynya sepertinya asal-asalan dan partisan,” kata akademisi Unila Yusdianto.

Usai melakukan ekpose hasil survey, Eko pun seperti “menghilang” susah untuk dihubungi. Bahkan beredar kabar Eko bersama timnya kembali liburan keluar negeri seperti beberapa waktu yang lalu saat usai menggelar ekspose hasil survey.(win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *