Pengurus NU Lampung Sepi Dari Politisi

HARIANFOKUS.com – Komposisi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) Provinsi Lampung periode 2018-2023 dibawah kepemimpinan Prof. Dr. KH. Moh. Mukri, M.Ag, telah disahkan oleh PB NU melalui surat keputusan No: 233/A.II.04/04/2018 tertanggal 23 Rajab 1429 H/10 April 2018.

Dari mulai mustasyar, syuriah, a’wan, hingga tanfidziyah, tidak tampak nama-nama tokoh dan kader NU yang saat ini menjadi politisi. Baik sebagai anggota legislatif maupun pimpinan partai. Beda dengan periode sebelumnya, saat Ketua tanfidziyah dijabat KH. RM. Soleh Bajuri, SHi, MHi.

Pada periode Lima tahun silam, banyak politisi yang masuk dalam kepengurusan PW NU Lampung. Misalnya beberapa anggota DPRD Provinsi Lampung dari PKB seperti Drs. Lazuardi Alwi, H. Noverisman Subing, SH, MM. Juga pimpinan partai politik seperti H. Fajrun Najah Ahmad, SH, MM, dan Drs. Munzir Ahmad Syukri. Termasuk Drs. Musa Zainuddin.

Pada periode 2018-2023, nama-nama beken di dunia politik itu tidak lagi masuk dalam komposisi PW NU Lampung. Menurut penelusuran, setidaknya hanya ada dua politisi saja yang diakomodir Mukri, yaitu Drs. H. Aryanto Munawar yang saat ini anggota DPR-RI dari PKB menggantikan Drs. Musa Zainudin, dengan posisi tetap sebagai Sekretaris PW NU Lampung, dan H. Khaidir Bujung, S.Ag, anggota DPRD Lampung dari PKB yang memang memiliki kedekatan khusus dengan Mukri karena sama-sama alumni IAIN Yogjakarta, dengan posisi sebagai salah satu Wakil Ketua PW NU Lampung.

Mengenai “sepinya” komposisi PW NU Lampung masa khidmat 2018-2023 dari kalangan politisi ini, H. Fajrun Najah Ahmad, menilai sangat baik bagi perkembangan NU ke depan.

“Saya menilai, dengan sedikitnya praktisi politik yang masuk dalam kepengurusan NU Lampung sekarang ini justru akan menjadikan lembaga keagamaan ini lebih baik lagi ke depannya. Karena akan terhindarkan dari tarik-menarik kepentingan politik pengurusnya,” kata Fajar, panggilan akrab Sekretaris DPD Partai Demokrat Lampung ini.

Menurut Fajar yang masih memiliki hubungan darah dengan Gus Dur ini, NU yang telah berkomitmen kembali ke khittah dan dengan prioritas program dakwahnya, memang harus diperkuat dengan para tokoh dan kader yang terbebaskan dari kepentingan politik praktis. Karena sesuai amanat KH Ahmad Sahal Mahfudh, politik NU itu adalah politik kenegaraan, kerakyatan, dan etika.

“Itu sebabnya, yang diperlukan adalah kerja sama, bukan hegemoni apalagi utopia politik,” sambung mantan Ketua PMII Lampung ini.

Dikatakan, NU yang dibangun dengan empat pilar, yaitu tawassut (moderat), tasamuh (toleran), tawajun (harmoni), dan i’tidal (konsisten) memang mesti diurus oleh para tokoh berkualitas yang memiliki jarak dengan urusan politik praktis.

“Saya menilai, komposisi PW NU masa khidmat 2018-2023 ini sangat ideal. Dan saya optimis, dengan komposisi saat ini, PW NU akan mampu maksimal dalam mewujudkan program-program prioritasnya, baik itu menyangkut dakwah, pendidikan, ekonomi, dan kesehatan,” kata Fajar.

Sebagaimana diketahui, PB NU telah mengeluarkan surat keputusan atas komposisi PW NU Lampung masa khidmat 2018-2023 hasil dari Konperwil ke-10 NU di Ponpes Darussa’adah, Lamteng, 8-10 Maret silam, pada 10 April 2018 lalu.

Posisi Mustasyar PW NU Lampung diisi oleh KH. Ahmad Shodiq, KH. Arief Mahya, KH. Syamsuddin Thohir, KH. Ma’ruf Adnan, KH. Mohammad Shobari, KH. Hamdan Ma’mun, KH. Abdullah Syahid, MA, Brigjen (Purn) Drs. Edwarsyah Pernong, SH, MH, Drs. KH. Hafiduddin Hanief, H. Mukhtar Lutfie, SH, M. Alzier D. Thabranie, Dr. H.M. Nasrullah Yusuf, SE, MBA, Drs. KH. M. Ikhwan Asron, MA, Dr. Fauzi Thoha, dan Drs. H. Mukhlis Basri, MM.

Sementara Rais Syuriah diketuai KH. Muhsin Abdullah, dengan wakil; KH. RM. Soleh Bajuri, SHi, MHi, Dr. KH. Khairuddin Tahmid, MH, KH. Ridwan Syueb, KH. Marzuki Amin, KH. Sya’roni, Dr. KH. Moh. bahruddin, M.Ag, Dr. KH. Ainul Ghoni, S.Ag, SH, M.Ag, KH. Ihya Ulumuddin, SPd.I, MPd.I, KH. Mahmuddin Bunyamin, Lc, MA, Drs. KH. Dimyati Amin, Drs. KH. Agus Syaiful Islam, KH. Wahid Zamas, KH. Syaiful Mudjab, KH. Syukron Ma’mun, KH. Syodikul Ammin, dan KH. Sya’dullah.

Katib dijabat oleh KH. Basyaruddin Maisir, MA, dengan wakil katib; KH. Ahmad Ma’shum Abror, MPd.I, KH. Syaikhul Ulum Syuhada, KH. Umar Ansori Mustafa Ghufron, KH. Abdul Kholiq Nasrullah, Dr. Abdul Ghofur, M.Ag, H. Kamran As’ad, Lc, M.Ag.

Sedangkan untuk a’wan terdiri dari Idhan Djanuwardana, SH, MH, Dr. Afif Ansori, M.Ag, Hanif, SE, MM, H. Sholihin, S.Ag, M.Ag, Alhuda Muhajirin, Drs. KH. Nasruddin Ma’sum, M.Ag, Dr. Isnaini Ahmad Rofiq Jamaluddin H, Muhammad Supriyadi, SPd, Drs. H. Arfan Adenie, MH, Drs. Wirham Riyadi, MM, Drs. H. Badaruddin, Drs. H.M. Masdar MS, MM, dan Drs. H. Syamsul Hadi Dzikro, SP, ME.

Ketua Tanfidziyah PW NU Lampung masa khidmat 2018-2023 dijabat Prof. Dr. KH. Moh. Mukri, M.Ag, dengan wakil Ketua; KH. Ahmad Sujadi Sadad, MA, H. Daldiri Ahmad Syam, SPd.I, Prof. Dr. H. Karomani, MSi, Dr. H. Muhammad Kadafi, SH, MH, Dr. Abdul Syukur, M.Ag, dr. H. Achmad Farikh, Dr. Alamsyah, M.Ag, Juwendra Asdiansyah, Prof. Dr. Wan Jamaluddin, Dr. Ir. H. Sarono, MSi, H. Khaidir Bujung, S.Ag, Teguh Wibowo, STp, Ir. H.M. Irpandi.

Drs. H. Aryanto Munawar tetap dipertahankan sebagai sekretaris PW NU Lampung, dengan wakil sekretaris; Hayatul Islam, SE, Muhyidin Penata Gemilang, SE, Mashuri, SP, Maskut Candranegara, SPd.I, H. Maulana Mukhlis, SIP, MIP, Dr. Safari Daud, S.Ag, M.Ag, KH. Ma’shum Asrori, Iwan Sastriawan, SH, MH, dan Muhyidin Thohir, S.Ag, MH.

Bendahara PW NU Lampung diamanatkan pada Dr. H. Andi Warisno, MPd.I, dengan wakil; H. Syukri Hadi, Arifin Gunawan, SE, Khalifah Darmawan, SE, Puji Raharjo Soekarno, S.Ag, SS, MHum, Mohammad Irfandi Romas, S.Sos, dan Arif Priyono, SE. (win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *